TargetNasional, Online — Peletakan batu pertama revitalisasi sekolah adalah acara seremonial simbolis yang menandai dimulainya secara resmi proses pembangunan, perbaikan, atau pembaruan fasilitas infrastruktur sebuah lembaga pendidikan. Acara ini menjadi titik tolak pelaksanaan program renovasi besar-besaran untuk menciptakan lingkungan dan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi siswa, Senin (06/07/2026)
Program revitalisasi satuan pendidikan terus berjalan secara masif, dengan komitmen alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai belasan triliun rupiah untuk puluhan ribu sekolah di berbagai daerah.
Hasriani, S.Pd.,M.Pd., selaku kepala UPT SPF SDN Tamamaung I Makassar mengungkapkan, revitalisasi sekolah bertujuan memulihkan dan meningkatkan kualitas sarana, prasarana, serta lingkungan belajar agar lebih aman, nyaman, dan inklusif.
Menurutnya, upaya ini menjamin kegiatan belajar mengajar berjalan optimal, mendukung perkembangan peserta didik, dan mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu.
Memperbaiki fasilitas rusak atau rawan bencana (seperti atap bocor atau banjir) sehingga siswa dan guru merasa aman dan fokus.
Memenuhi standar sarana prasarana, mulai dari perbaikan ruang kelas, penyediaan area bermain yang ramah anak, hingga pembangunan sanitasi (toilet) yang layak,”imbuhnya.

Prosesi acara dimulai dari pembukaan dan sambutan dari dinas pendidikan dilanjutkan kata sambutan dari kepala UPT SPF SDN Tamamaung I, sambutan dari kepala UPT SPF SDI Tamamaung I, sambutan pemerintah setempat dari kelurahan Tamamaung, kemudian pembagian Septi (pelindung keselamatan kerja) dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai tanda resmi revitalisasi mulai dilakukan.
Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh pihak dinas pendidikan kota Makassar, pemerintah setempat dalam hal ini kelurahan Tamamaung kecamatan Panakkukang, ketua komite sekolah, RT/RW, tokoh masyarakat serta guru tenaga pendidik dan kependidikan SDN Tamamaung I Makassar.
Hasriani, S.Pd.,M.Pd., berharap, revitalisasi ini dapat menciptakan suasana yang menyenangkan agar proses transfer ilmu lebih efektif dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, “ungkapnya.







