UPTD SPF SD Inpres Tidung 2 Makassar Gagas Inovasi SITABATA (Sicampuru Tallu Bahasa Tidung 2)

TargetNasional, Makassar — UPTD SPF SD Inpres Tidung 2 yang berlokasi di Jl. Bonto Daeng Ngirate No.10A, Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini telah melakukan gagasan inovasi SITABATA (SICAMPURU TALLU BAHASA TIDUNG DUA).

Kepada awak media Rabu (21/10/2026) Dr. Heryanti Alamsyah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah (Kepsek) menjelaskan, inovasi SITABATA di SD Inpres Tidung 2 Makassar merupakan inovasi pembiasaan dan pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan Bahasa Makassar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

Istilah Sicampuru Tallu Bahasa menggambarkan perpaduan tiga bahasa dalam suasana pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, dan bermakna.

Program ini dirancang agar murid atau siswa(i) tidak hanya mengenal kosakata, tetapi juga mampu menggunakan ungkapan sederhana sesuai dengan situasi komunikasi.

Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti salam dan sapaan tiga bahasa, pengenalan kosakata harian, percakapan sederhana, membaca cerita, bernyanyi, permainan bahasa, penyediaan media visual, serta pembiasaan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk guru berperan sebagai teladan dalam penggunaan bahasa yang santun, sedangkan murid diberi kesempatan untuk berlatih secara aktif sesuai dengan kemampuan masing-masing, jelasnya.

Dr. Heryanti mengungkapkan, adapun tujuan dari inovasi SITABATA atau Sicampuru Tallu Bahasa Tidung 2 ialah :

1. Tujuan Umum
Untuk mewujudkan pembiasaan berbahasa yang komunikatif, menyenangkan, dan inklusif melalui pengintegrasian Bahasa Makassar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari di UPTD SPF SD Inpres Tidung 2, guna meningkatkan keterampilan komunikasi murid, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan kesiapan menghadapi perkembangan global.

2. Tujuan Khusus
1. Melestarikan Bahasa Makassar dengan mengenalkan dan membiasakan murid menggunakan kosakata serta ungkapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menguatkan kemampuan Bahasa Indonesia agar murid mampu berkomunikasi dengan jelas, santun, dan sesuai dengan konteks.
3. Mengenalkan Bahasa Inggris melalui kosakata, salam, sapaan, instruksi sederhana, dan percakapan dasar yang sesuai dengan usia murid.
4. Meningkatkan keterampilan komunikasi murid melalui kegiatan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis sederhana dalam konteks yang sesuai.
5. Menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri murid untuk menggunakan bahasa yang dipelajari tanpa takut melakukan kesalahan.
6. Membentuk karakter santun dan saling menghargai melalui penggunaan bahasa yang baik dalam interaksi dengan guru, teman, keluarga, dan masyarakat.
7. Menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal serta sikap terbuka terhadap bahasa dan budaya lain.
8. Menciptakan lingkungan sekolah yang kaya bahasa melalui pembiasaan tiga bahasa dalam kegiatan rutin dan pembelajaran.
9. Mendukung pembelajaran inklusif dengan menyediakan media, metode, dan pendampingan yang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan setiap murid.
10. Meningkatkan keterlibatan guru dan orang tua dalam membiasakan penggunaan bahasa secara positif di sekolah dan di rumah.

Sedangkan untuk sasaran utama dari inovasi ini adalah seluruh murid UPTD SPF SD Inpres Tidung 2, Guru dan tenaga kependidikan berperan sebagai pelaksana serta teladan berbahasa, sedangkan orang tua dan masyarakat dapat dilibatkan sebagai mitra untuk mendukung pembiasaan bahasa dan pelestarian budaya lokal, ungkapnya.

Dr. Heryanti menuturkan, Inovasi SITABATA juga mendukung pembelajaran yang inklusif dengan memberikan kesempatan kepada seluruh murid, termasuk murid yang membutuhkan dukungan belajar tambahan untuk berpartisipasi.

Penggunaan gambar, gerakan, contoh konkret, pengulangan kosakata, dan pendampingan bertahap diharapkan dapat membantu murid memahami serta menggunakan bahasa sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

Tentunya, melalui inovasi ini, UPTD SPF SD Inpres Tidung 2 Makassar diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang mencintai bahasa daerah, menguatkan penggunaan Bahasa Indonesia, dan menumbuhkan minat terhadap Bahasa Inggris.

Dengan demikian kata Dr. Heryanti
Inovasi SITABATA menjadi salah satu upaya strategis untuk melestarikan budaya lokal, meningkatkan keterampilan komunikasi, memperkuat karakter murid, serta menyiapkan generasi yang terbuka terhadap keberagaman dan perkembangan global, imbuhnya.

Dr. Heryanti menambahkan, untuk diketahui bersama Inovasi SITABATA kami gagas karena Bahasa merupakan sarana utama dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, membangun hubungan sosial, dan mengenal budaya.

Pada jenjang Sekolah Dasar, pengembangan kemampuan berbahasa sangat penting karena menjadi dasar bagi murid untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter yang santun dan percaya diri.

Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan berbahasa sejak dini.
Di era globalisasi, murid tidak hanya dituntut mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa pengantar pendidikan, tetapi juga perlu mengenal bahasa daerah sebagai identitas budaya serta bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia.

Dalam konteks tersebut, Bahasa Makassar memiliki peran penting dalam melestarikan kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya murid. Bahasa Indonesia berperan sebagai sarana komunikasi nasional, sedangkan Bahasa Inggris menjadi sarana pengenalan komunikasi internasional.

Namun, perkembangan zaman dan kebiasaan berbahasa di lingkungan keluarga, sekolah, serta masyarakat dapat memengaruhi kesempatan anak untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah.

Di sisi lain, pengenalan Bahasa Inggris pada usia sekolah dasar perlu dilakukan secara bertahap melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan murid. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memadukan ketiga bahasa secara seimbang dan kontekstual, tungkasnya.

Untuk itu Dr. Heryanti mengharapkan, semoga apa yang di programkan dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Sehingga, inovasi SITABATA dapat menjadi contoh untuk memperkuat karakter siswa(i) dalam perkembangan global, tutupnya kepada awak media.

Sumber//UPTD SPF SDI Tidung 2
Editor//TN Online//ILHO

Pos terkait