TargetNasional, Online β Pertemuan atau kunjungan yang dilakukan oleh PT ProVisi Mandiri Pratama (konsultan pendidikan/mitra pembangunan Kemendikdasmen) di perpustakaan UPTD SPF SDI Baraya II Makassar untuk melihat dan memantau kegiatan membaca siswa merupakan bagian dari program Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak, Kamis (07/10/2026)
Dappy Leppong, S.Pd., mengungkapkan, kegiatan kunjungan ini sebagai bagian dari kegiatan monitoring, evaluasi, atau pendampingan berkelanjutan (supervisi lapangan).

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk, memastikan keberlanjutan program literasi dan melihat efektivitas pemanfaatan ruang perpustakaan bagi siswa. Mengamati jam kunjung serta kebiasaan membaca siswa secara langsung (jam membaca mandiri/rutinitas membaca). Memberikan evaluasi teknis kepada pustakawan dan guru terkait pengelolaan buku dan sistem peminjaman yang ramah anak.
Menurutnya, pertemuan atau kunjungan yang dilakukan oleh PT ProVisi Mandiri Pratama (bekerja sama dengan Room to Read) di perpustakaan sekolah adalah memastikan keberlanjutan dan optimalisasi program Perpustakaan Ramah Anak Nasional untuk meningkatkan minat baca serta kompetensi literasi siswa.
Ini merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan (bukan program instan) agar perpustakaan sekolah berfungsi secara profesional sebagai jantung pembelajaran,βtegasnya.
Dappy Leppong, S.Pd., menambahkan, manfaat dari kunjungan pendampingan tersebut bagi kami adalah untuk peningkatan Kapasitas Pengelolaan dan Kompetensi Pustakawan/Guru.
Membantu pustakawan dan guru memahami tata kelola bahan pustaka, manajemen tata ruang, area baca, dan metode penelusuran buku agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Memberikan arahan, kiat-kiat, serta evaluasi kelayakan agar perpustakaan sekolah siap mengajukan dan mengikuti proses akreditasi perpustakaan. Melatih tenaga pendidik dalam mengoperasikan rutinitas kegiatan perpustakaan, seperti jam kunjung wajib dan teknik membaca yang menyenangkan (membaca lantang/bersama).
Melakukan observasi langsung menggunakan instrumen dan formulir khusus untuk mengetahui sejauh mana program berjalan dan kendala apa yang dihadapi sekolah.
Membantu sekolah menyusun strategi jangka panjang agar perpustakaan tetap aktif dan tidak kembali dialihfungsikan menjadi gudang atau ruang kelas.
Memastikan buku bacaan yang tersedia memiliki kategori penjenjangan yang tepat bagi anak SD, kaya ilustrasi, menarik, serta relevan dengan tingkat perkembangan kemampuan membaca anak. Memberikan arahan tentang cara mengorientasikan buku kepada siswa baru lewat orientation tour perpustakaan.
Kunjungan ini memicu keterlibatan aktif dan rapat koordinasi antara kepala sekolah, guru, komite sekolah, hingga orang tua siswa untuk bergotong-royong mendukung program literasi anak.
Melalui pendampingan yang intensif, efektivitas pemanfaatan perpustakaan meningkat, yang secara langsung berdampak positif pada nilai literasi di Rapor Pendidikan sekolah tersebut.
Pertemuan atau kunjungan oleh PT ProVisi Mandiri Pratama bersama Room to Read di perpustakaan sekolah diharapkan dapat mewujudkan perpustakaan Ramah Anak. Membentuk kebiasaan membaca siswa. Meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Memantau dan mengevaluasi secara berkelanjutan,β ungkap Dappy Leppong







