TargetNasional, Online β Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menginstruksikan penerapan pembelajaran daring bagi siswa di Kota Makassar sebagai respons terhadap antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Sabtu, 12 September 2026. Pembelajaran dari rumah diterapkan bagi peserta didik mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP.
Appi mengatakan, kebijakan itu merupakan langkah taktis Pemerintah Kota Makassar untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah titik.
βSaya sudah instruksikan Ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, berlaku mulai besok.
Menurut, Ika Adriany, S.Pd., selaku kepala UPTD SPF SDN Kumala Makassar, pembelajaran dari sudah dilakukan sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar, Senin (14/09/2026)
Langkah ini bagian dari respons Pemkot Makassar terhadap berbagai aspirasi dan masukan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang turut merasakan dampak dari kondisi antrean BBM,β katanya.
Dengan belajar dari rumah, siswa tidak perlu melakukan perjalanan menuju sekolah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Kebijakan tersebut tidak menghentikan proses belajar mengajar. Aktivitas pendidikan tetap berjalan melalui sistem pembelajaran jarak jauh.
βMelalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan,β jelasnya.
βYang terpenting proses pendidikan tetap berjalan. Penyesuaian ini dilakukan untuk merespons kondisi yang sedang di hadapi saat ini,βungkap Ika Adriany.
Ika Adriany, S.Pd., berharap kelangkaan BBM tidak terlalu lama sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa kembali dilakukan,βujarnya.







