TargetNasional Online – Inovasi INGAT DOI (Tracing Anak TA yang Drop Out Imunisasi) merupakan sebuah inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan oleh Puskesmas Ballaparang sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan melalui sistem pelacakan aktif terhadap anak yang mengalami drop out imunisasi. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak yang belum menyelesaikan rangkaian imunisasi sesuai jadwal, sehingga berpotensi meningkatkan kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Sebelum inovasi ini diterapkan, pelayanan imunisasi masih bersifat pasif, yaitu menunggu sasaran datang ke Posyandu atau Puskesmas. Identifikasi anak yang drop out sering terlambat, kunjungan rumah belum terjadwal, keterlibatan kader masih terbatas pada penyampaian informasi umum, serta data imunisasi lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pelaporan dibandingkan sebagai dasar tindak lanjut.
Melalui inovasi INGAT DOI, pendekatan pelayanan berubah menjadi proaktif dengan menerapkan sistem jemput bola. Data sasaran dari buku register imunisasi, Buku KIA, Posyandu, dan aplikasi pencatatan dianalisis secara berkala untuk mengidentifikasi anak yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Setelah anak drop out teridentifikasi, tim inovasi bersama kader kesehatan, perangkat kelurahan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta lintas sektor melakukan pelacakan langsung ke rumah sasaran untuk mengetahui penyebab keterlambatan imunisasi sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua.
Sebagai bentuk kebaruan, inovasi ini mengembangkan Kampung Imunisasi di wilayah kumuh dan miskin (Kumis) sebagai wilayah percontohan. Selain itu diterapkan sistem pemasangan stiker pada rumah yang memiliki balita sebagai media pemantauan visual. Stiker berwarna putih menunjukkan bahwa balita telah memperoleh imunisasi lengkap, sedangkan stiker berwarna hitam menunjukkan bahwa balita masih memiliki status imunisasi tidak lengkap sehingga menjadi prioritas pelacakan dan pendampingan.
Rancang bangun inovasi ini juga mengintegrasikan seluruh proses mulai dari identifikasi sasaran, analisis data, pelacakan lapangan, edukasi keluarga, pelayanan imunisasi melalui kunjungan rumah, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala. Setiap hasil tracing dicatat dan diperbarui sehingga status imunisasi setiap anak dapat dipantau secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, inovasi INGAT DOI tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencarian anak yang drop out imunisasi, tetapi juga menjadi sistem manajemen pelayanan imunisasi berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui mekanisme ini diharapkan seluruh anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal, cakupan imunisasi meningkat, angka drop out menurun, serta target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dapat tercapai.









