PGRI Sulsel Gelar Kampanye Go Public, Fund Education di UPT SPF SDI Hartaco Indah Makassar

TargetNasional, Makassar — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kampanye Go Public, Fund Education di UPT SPF SDI Hartaco Indah Makassar, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema β€œPemenuhan Pendidikan Bermutu untuk Siswa di Indonesia.”

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab kegiatan sosialisasi Go Public, Fund Education, Dra. Hendriati Sabir, mengatakan kampanye tersebut merupakan bagian dari program mandatori PGRI masa bakti XXIII tahun 2024–2029.

Menurutnya, kegiatan ini juga merujuk pada Keputusan Kongres XXIII PGRI Tahun 2024 Nomor IV/Kongres/XXIII/PGRI/2024 tentang Program Mandatori Persatuan Guru Republik Indonesia.

β€œProgram ini bertujuan mendesak pemerintah agar menginvestasikan lebih banyak dana publik ke sektor pendidikan. Kampanye ini memastikan pendidikan tetap menjadi hak asasi manusia yang berkualitas, setara, dan gratis, serta menolak privatisasi dan komersialisasi,” kata Hendriati kepada media, Senin (29/06/2026).

Ia menjelaskan, gerakan ini menuntut pemerintah agar secara konsisten mengalokasikan anggaran yang memadai bagi operasional sekolah negeri.

Selain itu, kampanye tersebut juga mendorong agar dana publik pendidikan benar-benar dikembalikan pada posnya, terutama untuk peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan pelatihan guru.

β€œYang terpenting adalah melindungi sekolah dari praktik privatisasi yang dapat membebani orang tua siswa dengan biaya pendidikan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT SPF SDN Hartaco Indah Makassar, Nuraeni, S.Pd, menyambut baik pelaksanaan program Go Public, Fund Education Campaign tersebut.

Menurut Nuraeni, kampanye ini sejalan dengan kebutuhan sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik.

Ia mengatakan, dukungan dana publik yang memadai sangat dibutuhkan sekolah untuk membangun, merawat, dan meningkatkan kualitas infrastruktur pembelajaran.

β€œProgram ini sangat penting karena mendorong terpenuhinya hak dasar setiap siswa untuk mendapatkan akses pendidikan bermutu tanpa terkecuali,” kata Nuraeni.

Ia menambahkan, kampanye ini juga menekankan pentingnya investasi besar terhadap guru.

Investasi tersebut mencakup gaji yang kompetitif, beban kerja yang rasional, peningkatan kompetensi, serta dukungan penuh terhadap pengembangan keahlian pedagogis tenaga pendidik.

Kampanye Go Public, Fund Education PGRI pada tahun 2026 dilaksanakan di lima provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PGRI dalam mengadvokasi implementasi rekomendasi Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang Profesi Guru di Indonesia.

Kampanye tersebut juga merupakan kerja sama PGRI dengan Education International, organisasi guru global yang beranggotakan 375 organisasi guru dari 180 negara.

PGRI merupakan satu-satunya organisasi guru di Indonesia yang menjadi anggota Education International.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, bahkan terpilih menjadi Executive Board Education International mewakili Asia Pasifik pada Kongres Education International di Argentina tahun 2024.

Melalui kampanye global ini, PGRI menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak bangsa.

Kampanye Go Public, Fund Education juga akan terus digaungkan hingga ke seluruh tingkatan organisasi PGRI, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, cabang, hingga ranting.

Melalui gerakan ini, PGRI mendorong pemerintah, pemerintah daerah, dan legislatif untuk memberi perhatian lebih besar terhadap pendidikan, kesejahteraan guru, pemerataan distribusi guru, peningkatan profesionalisme, serta pencapaian tujuan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *