TargetNasional, Makassar β Setelah menuntaskan pengukuhan ratusan kepala sekolah definitif, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersiap melanjutkan penataan besar-besaran di tubuh birokrasi.
Kali ini, giliran pejabat eselon II (2) atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan mengikuti uji kesesuaian jabatan (job fit) sebagai bagian dari agenda rotasi dan mutasi yang disiapkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Sinyal perombakan birokrasi itu menguat setelah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengungkapkan bahwa pelaksanaan job fit untuk seluruh pejabat eselon II kini tinggal menunggu jadwal dari tim yang telah ditunjuk Wali Kota.
βUntuk job fit kepala OPD, saat ini kami masih menunggu jadwal dari tim yang ditunjuk Pak Wali,β ujar perempuan yang akrab disapa Memi ini, Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, seluruh pejabat eselon II akan mengikuti proses tersebut. Hasil job fit nantinya akan menjadi dasar dalam penataan dan rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Munafri Arifuddin dalam memastikan setiap pejabat menempati posisi yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Tak hanya menyasar level kepala dinas, BKPSDM juga tengah menyiapkan pengisian jabatan di tingkat kelurahan. Jumlah posisi yang akan diisi bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 300 jabatan.
βSementara kami melakukan pengisian dan melengkapi seluruh data administrasi. Jumlahnya kurang lebih sekitar 300-an,β kata Memi.
Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan tersebut akan dilakukan berdasarkan persyaratan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku. Sejumlah ASN berpeluang mendapatkan promosi jabatan apabila memenuhi syarat yang ditetapkan.
Terkait mekanisme pelantikan, BKPSDM masih menunggu arahan langsung dari Wali Kota Makassar. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pelantikan dilakukan secara terpusat seperti pengukuhan kepala sekolah yang baru saja digelar, atau dilaksanakan di masing-masing kecamatan.
Selain pengisian jabatan, evaluasi terhadap lurah dan camat juga dipastikan akan dilakukan. Menurut Memi, evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan di tingkat wilayah.
βIya, pasti ada evaluasi. Nanti Pak Wali yang akan melihat dan menilai dari kinerja mereka,β ujarnya.
Meski demikian, Memi menilai para camat yang saat ini bertugas telah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa jabatan pemerintahan memiliki tanggung jawab besar sehingga setiap pejabat tetap harus terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
βSaya rasa kinerja camat sekarang sudah bagus-bagus. Tetapi tentu semuanya harus terus berusaha bekerja maksimal karena tanggung jawab jabatan ini sangat besar,β katanya.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kinerja aparatur pemerintah. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara santun dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan publik ke depan.
Dengan agenda job fit pejabat eselon II, pengisian ratusan jabatan kelurahan, hingga evaluasi camat dan lurah, Pemerintah Kota Makassar tampaknya tengah memasuki fase penataan birokrasi terbesar sejak kepemimpinan Munafri Arifuddin dimulai. Para pejabat pun kini menunggu langkah lanjutan yang akan menentukan arah baru birokrasi Kota Makassar.(*)







