TargetNasional, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau langsung pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 6 Makassar dan SMPN 3 Makassar, Rabu (17/06/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan lancar, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku.
Munafri menjelaskan, saat ini tahapan penerimaan masih berlangsung melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sementara itu, jalur domisili diperkirakan menjadi tahapan paling menantang karena tingginya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah favorit.
βTahun lalu, kalau tidak salah di SMPN 3 ini lebih dari 2.000 pendaftar, sementara yang diterima hanya sekitar 300 siswa. Artinya, dibutuhkan verifikator yang benar-benar kuat dan jeli agar seluruh aturan dapat berjalan sesuai harapan,β ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjaga keadilan dalam proses penerimaan peserta didik baru. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat, baik Dinas Pendidikan maupun sekolah, diminta menjaga integritas sistem yang telah dibangun.
βKita menggunakan aplikasi untuk memastikan keterbukaan informasi, akses yang mudah, dan proses yang berjalan secara real-time. Semua ini harus dijaga, khususnya oleh para verifikator, agar siswa dapat terserap sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku,β katanya.
Munafri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan kelulusan melalui jalur belakang atau praktik percaloan.
βJangan lagi ada yang menggunakan calo. Kepala sekolah sampai harus mematikan teleponnya karena banyak yang mencoba melakukan pendekatan. Kita harus memastikan keadilan. Tidak boleh ada anak yang rumahnya hanya 200 meter dari sekolah tidak diterima, sementara yang berjarak dua kilometer justru lolos karena kedekatan dengan pejabat,β tegasnya.
Menurut Munafri, beban kerja verifikator cukup besar, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi tujuan utama masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Makassar siap menambah jumlah verifikator guna mempercepat proses pemeriksaan berkas.
βKalau jumlah pendaftarnya besar, maka verifikator juga harus ditambah supaya pekerjaan tidak menumpuk. Kita sedang berpacu dengan waktu sekaligus menjaga kualitas proses verifikasi,β jelasnya.
Sementara itu, Tim Ahli Bidang IT Pemkot Makassar, Andi Gita Namira Patigana, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pelaksanaan SPMB tahun ini berada pada proses verifikasi dokumen calon peserta didik.
βPada hari kedua, rata-rata progres verifikasi masih di bawah 50 persen. Namun hari ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Menjelang pengumuman, koordinasi antara Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah perlu semakin diperkuat agar seluruh proses dapat diselesaikan tepat waktu,β ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah-sekolah favorit seperti SMPN 6 dan SMPN 8 menerima jumlah pendaftar yang sangat tinggi karena reputasi dan kualitas pendidikan yang dimiliki.
βDari sisi sistem, server sudah kami siapkan agar mampu menampung lonjakan akses. Selain itu, sekolah yang berada di kawasan padat penduduk akan mendapatkan tambahan verifikator karena jumlah pendaftar jalur domisili biasanya jauh lebih banyak dibanding jalur lainnya,β pungkasnya.(**)









