TargetNasional, Online — Kegiatan memanen sayuran kangkung yang ditanam dan dirawat oleh siswa di area sekolah, yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran lingkungan hidup, menumbuhkan karakter peduli alam, dan mendukung kemandirian pangan dalam kerangka Program Adiwiyata, Sabtu (16/05/2026)
Menurut, Nur Sofiatul Lailiyah, S.Pd.,M.Pd., program ini memiliki tujuan, proses, dan manfaat penting yang mencakup beberapa aspek.
Menjadi laboratorium hidup di mana siswa belajar langsung mengenai budidaya tanaman (mulai dari penyemaian, pemupukan, hingga panen).
Menanamkan sikap tanggung jawab, disiplin, dan cinta lingkungan sejak dini.
Selain ditanam langsung di lahan tanah kebun sekolah, kangkung darat juga ditanam menggunakan sistem alternatif seperti polybag (polibag) atau hidroponik guna menyiasati keterbatasan ruang.
Tanaman kangkung dipilih karena pertumbuhannya yang sangat cepat, yakni dapat dipanen dalam waktu 20 – 30 hari setelah tanam.
Hasil panen yang diperoleh didistribusikan untuk berbagai kegiatan positif. Diolah menjadi menu makan siang sehat di kantin sekolah atau program PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Juga dapat dibagikan kepada warga sekitar sekolah sebagai wujud kepedulian sosial.
Sebagian hasil panen dikemas dan dipasarkan dalam acara Market Day atau pameran panen karya siswa,”imbuhnya.
Panen kangkung dari kebun sekolah diharapkan menjadi sarana pembelajaran lingkungan yang aplikatif. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, melatih kemandirian dan kerja sama siswa, mendukung ketahanan pangan sekolah, serta mewujudkan pengelolaan sarana sekolah yang produktif sesuai dengan kriteria,”ungkap Nur Sofiatul Lailiyah.







