TargetNasional, Online — Penarikan mahasiswa dari program Asistensi Mengajar Mandiri (salah satu bentuk MBKM Mandiri) bertujuan untuk mengakhiri masa tugas pengabdian secara resmi, melakukan evaluasi hasil kegiatan, serta menyetarakan pengalaman lapangan dengan konversi satuan kredit semester (SKS), Selasa (12/05/2026)
Hj.Rakhmaniar Basri, S.Pd.,M.Si., mengungkapkan, program Kampus Merdeka Berdampak Asisten Mengajar Mandiri (sering disebut Asistensi Mengajar atau MBKM Mandiri)
Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan belajar-mengajar di satuan pendidikan.
Menurut, Hj Rachmaniar Basri program ini memberikan pengalaman praktis, mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, dan pengelolaan waktu bagi mahasiswa di lingkungan sekolah mitra.
Membantu guru dan sekolah, khususnya di daerah, dalam proses pembelajaran serta mengembangkan strategi mengajar yang inovatif dan menyenangkan.
Mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan (hard skills maupun soft skills) agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan menjadi agen perubahan sosial.

Menjadi mitra sekolah untuk mengaktifkan kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan administratif sekolah, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih dinamis.
Mewujudkan hak belajar mahasiswa di luar program studi selama maksimal tiga semester, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Secara ringkas, program ini bertujuan mengupgrade kemampuan mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan (learning by doing) sekaligus memberikan dampak positif bagi sekolah mitra,”ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan Prof Dr.Abd.Halim.M.Hum, Kepala sekolah UPT SPF SMPN 48 Hj. Rakhmaniar Basri, S.Pd.,M.Si., Guru Pamong dan Mahasiswa Kampus mengajar UNM.







