UPT SPF SDI Hartaco Indah Makassar Hadiri Sosialisasi Transisi Paud ke SD di BBGTK Sulawesi Selatan

Oplus_131072

TargetNasional, Online — Kegiatan sosialisasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan yang turut melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan BBGTK Sulsel dan bertempat di Kota Makassar digelar pada, Senin (11/05/2026)

Untuk diketahui, UPT SPF SD Inpres (SDI) Hartaco Indah Makassar adalah salah satu satuan pendidikan yang menjadi percontohan dan pelaksana aktif program Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan.

Bacaan Lainnya

Sekolah ini juga dikukuhkan sebagai Lab School Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan.

Meniadakan tes calistung (baca, tulis, hitung) sebagai syarat masuk SD. Masa perkenalan di dua minggu pertama sekolah untuk membangun lingkungan belajar yang positif dan adaptif bagi siswa baru.

Penerapan pembelajaran fondasi, yang meliputi kematangan emosional, kemandirian, dan kemampuan sosial dasar anak.

Nuraeni Amir, S.Pd., mengungkapkan, tujuan utama Transisi PAUD-SD adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya dan memiliki kemampuan fondasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, tanpa memandang latar belakang mereka.

Hal ini dicapai dengan menciptakan proses perpindahan dan adaptasi belajar yang mulus, menyenangkan, dan tidak membebani anak.

Memastikan anak memiliki kemampuan holistik, termasuk kematangan sosial-emosional, kemampuan motorik, kemandirian, serta pemaknaan belajar yang positif.

Selain itu, memastikan bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) di tingkat Sekolah Dasar tidak menerapkan syarat tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Menerapkan masa perkenalan pada dua minggu pertama di sekolah untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru,”imbuhnya.

Menerapkan sistem pembelajaran yang menghargai tahapan perkembangan anak, sehingga transisi dari lingkungan bermain (PAUD) ke lingkungan yang lebih formal (SD) terasa alamiah dan tidak menakutkan,”tutur Nuraeni Amir.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *