Edukasi Stop Bullying Media Sosial Oleh Mahasiswa Universitas Fajar Bersama Duta Remaja Digelar di UPT SPF SDN Paccinang I Makassar

Oplus_131072

TargetNasional, Online — Edukasi mengenai pencegahan bullying di media sosial sejak usia dini dilakukan melalui kegiatan stop bullying sosmed yang berlangsung di UPT SPF SDN Paccinang I Makassar. Kegiatan ini melibatkan Duta remaja dan mahasiswa Universitas Fajar yang berperan langsung dalam penyampaian materi, sehingga pesan kampanye dapat di terima siswa dengan lebih dekat dan komunikatif, Senin (26/01/2026)

Muhammad Fitri, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada siswa sekolah dasar tentang pentingnya bersikap bijak, saling menghargai, dan menggunakan kata kata yang baik, baik dilingkungan sekolah maupun dimedia sosial.

Bacaan Lainnya
Oplus_131072

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai apa itu bullying, khususnya bullying yang terjadi di media sosial.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, seperti ejekan melalui pesan singkat, komentar di media sosial, maupun candaan yang dapat melukai perasaan teman, selain itu, siswa juga diajak memahami dampak bullying terhadap perasaan dan mental, seperti rasa sedih, takut, menurunnya rasa percaya diri.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran vidio edukasi singkat, serta sesi tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif siswa.

Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan dan berani mengungkapkan pendapat mereka mengenai sikap yang seharusnya dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying di media sosial.

Salah satu guru SD Paccinang I menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu anak-anak dalam memahami bahwa kata kata meskipun disampaikan melalui media digital, tetap memiliki dampak nyata terhadap perasaan seseorang.

Menurutnya, edukasi seperti ini penting diberikan sejak dini agar anak anak terbiasa menggunakan bahasa yang sopan dan menghargai perbedaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih menyadari pentingnya berkata baik, tidak ikut – ikutan mengejek, serta berani melaporkan kepada guru atau orang tua apabila menemukan tindakan bullying, edukasi stop bullying sosmed ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang karakter positif pada siswa,”ungkap Muhammad Fitri.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *