TargetNasional, Makassar — Makan buah bersama dan pembuatan Eco Enzyme dari kulit buah oleh guru dan siswa UPT SPF SDN Kumala saat ini berkolaborasi membuat Ecoenzyme. Hal ini dikatakan Sultan Abadi, S.Pd., kepada awak media, Sabtu (06/12/2025).
Sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) ia menuturkan, eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran.
Alhamdulillah kami sangat bersyukur antusias dan semangat siswa(i) kali ini di tunjukkan saat melakukan proses pembuatan Eco Enzyme (Eco Enzim) dan berhasil membuat 8 galon Ecoenzyme.
Tentunya, saya sangat mendukung kegiatan ini. Giat ini berlangsung di sekolah yang diikuti siswa(i) dan didampingi oleh para guru sekolah, ucapnya.
Sultan Abadi berharap, kegiatan ini terus berlanjut sebagai kepedulian kita terhadap lingkungan dan mendukung upaya Makassar bebas sampah 2029, sekaligus mendukung Makassar sebagai lumbungnya organik Dunia, imbuhnya.
Diketahui, proses pembuatan eco enzyme adalah proses fermentasi limbah organik (sisa buah dan sayur) yang dicampur dengan gula merah dan air.
Campuran ini difermentasi dalam wadah tertutup selama minimal 3 bulan untuk menghasilkan cairan serbaguna yang bermanfaat sebagai pembersih, pupuk, dan pestisida alami.
Proses pembuatan eco enzyme melibatkan fermentasi bahan organik (sisa buah dan sayur) dengan gula dan air menggunakan perbandingan 1:3:10 (gula:sampah organik:air) selama tiga bulan.
Adapun langkah-langkahnya meliputi mencampurkan semua bahan dalam wadah plastik yang bersih dan tidak terisi penuh, menutup rapat lalu membuka katup gas pada minggu pertama, dan menyaring cairan hasil fermentasi setelah 3 bulan, ungkapnya.(ILHO)







