TargetNasional, Makassar — Tidak lama lagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham melakukan mutasi serta rotasi besar-besaran di lingkup Pemkot, Senin (05/05/2025).
Nama-nama pejabat eselon II (2) yang bakal dimutasi tengah digodok. Hal itu dilakukan setelah pasangan wali kota-wakil wali kota dengan tagline Mulia itu menerima hasil job fit dari tim seleksi (timsel), Jumat (02/05/2025) pekan lalu.
βSaya dilaporkan oleh tim seleksi (hasil job fit), dan mudah-mudahan minggu depan kami akan diskusikan lebih detail,β ujar Munafri kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Ahmad Yani, akhir pekan lalu.
Orang nomor satu Makassar mengatakan, hasil job fit yang diikuti seluruh pejabat eselon II Pemkot Makassar itu akan menjadi acuan untuk menentukan posisi yang tepat bagi para pejabat eselon II.
βKan dari hasil job fit di situ kelihatan, ada yang mau ke sini, ke situ, direkomendasikan seperti apa, dalam posisi ini dan sebagiannya. Ada yang direkomendasikan untuk tinggal atau tetap di jabatannya saat ini, namun ada juga mutasi rotasi,β kata politisi Partai Golkar Makassar itu.
Setelah menyusun nama-nama sesuai dengan jabatan yang tepat, kata Appi, pihaknya akan mengajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ia memberi bocoran, dari seluruh pejabat eselon II yang mengikuti job fit, sekitar 80 hingga 85 persen diantaranya akan dimutasi. Sementara sisanya tetap menduduki posisi yang diembannya saat ini. βYang direkomendasikan untuk stay (tetap) ada 15-20 persen,β beber Appi.
Diketahui, jumlah pejabat yang mengikuti proses job fit sebanyak 34 orang. Berdasarkan rujukan yang disampaikan Appi, jika 80 persen pejabat bergeser, maka ada sekitar 27 hingga 29 pejabat yang akan bergeser dari jabatannya saat ini.
Ia mengatakan, jika tahapan dan seluruh prosesnya berjalan lancar, maka awal Juni 2025 mendatang, pihaknya sudah bisa melakukan pelantikan pejabat βSecepatnya kita akan melakukan pelantikan. Mungkin awal bulan 6 (Juni) sudah ada pelantikan,β kata Appi.
Ditegaskan, pihaknya akan betul-betul menempatkan para pejabat di posisi yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Usai melakukan mutasi/rotasi, Appi-Aliyah kembali akan mempersiapkan lelang jabatan untuk mengisi posisi yang kosong.
Saat ini, ada tujuh posisi kepala OPD yang kosong. Yakni posisi kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kominfo, kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kasatpol PP, kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, kepala Dinas Pendidikan, dan Direktur Utama Rumah Sakit Daya.
Jabatan yang lowong saat ini tidak menutup kemungkinan diisi oleh pejabat defintif saat pejabat pembina kepegawaian, dalam hal ini Wali Kota Makassar melakukan mutasi/rotasi. Namun, tetap saja akan ada tujuh jabatan kosong yang tersisa setelah mutasi/rotasi dilakukan.
Jabatan kosong itu dipastikan akan bertambah satu setelah wali kota menentukan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar yang defintif. Pejabat yang akan ditunjuk menjadi sekkot otomatis akan meninggalkan jabatan yang diemban saat ini. Berarti, jabatan eselon II yang lowong totalnya menjadi delapan. Posisi yang lowong itulah nantinya yang akan dilelang.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Timsel Lelang Jabatan Muhammad Idris mengatakan pihaknya sudah menyerahkan hasil job fit pejabat eselon II pada Jumat pekan lalu. Adapun pelaksanaan job fit dilakukan selama dua hari, 23-24 April di Hotel Karebosi Kondotel.
Dia menyampaikan, sesuai harapan pejabat pembina kepegawaian, job fit dilaksanakan bukan hanya soal evaluasi, tetapi juga mempersiapkan pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui job fit ini diharapkan para pejabat menduduki posisi sesuai kapasitas masing-masing.
βMelalui job fit, bisa diketahui apakah jabatan yang mereka emban saat ini masih fit atau tidak,β beber Idris.
Mantan Sekretaris Provinsi Sulbar ini melanjutkan, ada beberapa indikator yang menjadi penilaian dalam job fit. Mulai dari rekam jejak, capaian kinerja selama menjabat kepala OPD, keahlian, hingga kapasitas.
Lebih rinci disampaikan, pansel melakukan penilaian terkait pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pejabat dengan tuntutan pekerjaan untuk mengetahui seperti apa kompetensi yang bersangkutan.
βApakah yang bersangkutan punya kemampuan kepemimpinan, manajemen, maupun komunikasi sebagai seorang pejabat,β imbuhnya.
Selain itu, pansel juga melakukan penilaian terhadap pengalaman kerja maupun prestasi kerja. Juga kualitas karakteristik pribadi, menyangkut integritas, moralitas, serta kualitas pribadi pejabat yang relevan dengan suatu jabatan.
Namun, tambah Idris, yang paling utama adalah bagaimana seorang pejabat mampu mengimplementasikan visi misi yang telah disusun pasangan Mulia.
βJadi mereka mampu mengeksekusi semua program yang telah direncanakan oleh wali kota dan wakil wali kota. Terkhusus yang masuk dalam visi misi. Tidak hanya sebatas dihafal saja itu visi misi,β ujarnya.(*)









