TargetNasional, Makassar — Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Sabtu (02/05/2026).
Dalam perayaan yang digelar di Lapangan Karebosi, Pemkot resmi menggagas pembentukan Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah guna menekan angka putus sekolah yang masih tergolong tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat luas.
Hadir pula Kapolresta Makassar, Dandim 1408 Makassar, para kepala OPD, pemerhati pendidikan, tenaga pendidik, serta siswa siswi dari berbagai sekolah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa seluruh elemen infrastruktur pendidikan kini menjadi prioritas utama.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjadikan Makassar sebagai salah satu kota dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia.
Melalui Dinas Pendidikan, berbagai program telah dijalankan secara maksimal. Namun, persoalan anak putus sekolah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara kolektif.
βAngka anak tidak sekolah di Kota Makassar masih relatif tinggi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap, pada perayaan tahun depan, angka tersebut bisa turun signifikan sebagai bukti kerja nyata,β ujar lelaki yang akrab disapa Appi.
Pembentukan tim relawan ini menjadi langkah konkret untuk menjangkau anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah.
Tim akan bekerja langsung di lapangan, mengidentifikasi, mendata, serta melakukan pendekatan kepada anak-anak dan keluarga agar mereka kembali melanjutkan pendidikan formal.
Selain itu, tim juga akan diberikan target kinerja yang terukur. Pemerintah berencana mengevaluasi capaian berdasarkan persentase anak yang berhasil dikembalikan ke bangku sekolah.
βKita akan memaksimalkan kemampuan tim, termasuk menentukan target capaian yang jelas agar program ini benar-benar berdampak,β tambahnya.
Pemerintah mengakui bahwa angka putus sekolah di Makassar masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk peran masyarakat dalam mendukung program ini.
Upaya jemput bola akan menjadi strategi utama, di mana tim relawan turun langsung ke lingkungan warga untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari akses pendidikan.
Peringatan Hardiknas tahun ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Sebanyak 400 pelajar SMP menampilkan tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya nusantara.
Acara juga diisi dengan penampilan nyanyi solo serta pemberian penghargaan kepada kepala sekolah, guru, dan siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi di dunia pendidikan.(*/ILHO)









