TargetNasional, Online — Rangkaian kegiatan pengawasan terhadap dua program prioritas nasional pemerintah Indonesia, yaitu Revitalisasi Satuan Pendidikan (Revit) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas penunjang pendidikan di Indonesia, Rabu (04/11/2026)
Menurut, Dra. Hj. Hasnia., tujuan dari reviu (revit) dan pengawasan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah untuk memastikan seluruh rangkaian program berjalan transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai dengan standar kualitas serta keamanan pangan.

Pemantau Revit (Revitalisasi Satuan Pendidikan). Revit merupakan kependekan yang umum digunakan di lingkungan dinas pendidikan untuk merujuk pada program Revitalisasi Sekolah atau Satuan Pendidikan.
Upaya rehabilitasi, renovasi, dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah yang rusak agar layak, aman, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Memastikan progres fisik bangunan (seperti perbaikan ruang kelas dan toilet), penggunaan anggaran yang tepat, serta kesiapan fasilitas digital (seperti layar pintar) sesuai target yang ditentukan.
Pemerintah menyediakan sistem pemantauan digital melalui situs resmi Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen agar progres renovasi dapat dilacak secara transparan,”ungkapnya.
Memantau MBG (Makan Bergizi Gratis). MBG adalah program pemenuhan gizi nasional yang ditargetkan untuk anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Pengawasan berkala terhadap proses produksi, distribusi, dan penyajian makanan gratis agar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
Kualitas hidangan yang mencakup 4 parameter utama, yaitu ketepatan waktu distribusi, aroma, rasa, dan variasi menu, serta mencegah terjadinya sisa makanan (food waste).
Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan sistem berbasis aplikasi seperti Reviu MBG dan platform E-Tracking. Aplikasi ini digunakan oleh guru, kepala posyandu, dan masyarakat untuk memberikan penilaian kualitas makanan secara real-time langsung dari lapangan,”tutur Hj Hasniah.









