Cek Kesehatan Gratis di UPTD SPF SMPN 46 Makassar Siapkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Oplus_131072

TargetNasional, Online — Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah adalah program resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Pendidikan yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma bagi anak usia sekolah (7–17 tahun) dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/sederajat.
Program ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat, Rabu (14/10/2026)

Ikhsan, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah dilaksanakan Nakes dari puskesmas Bara Baraya,

Bacaan Lainnya

Tujuan dari CKG adalah untuk mendeteksi risiko penyakit dan masalah kesehatan sejak dini (pra-penyakit atau penyakit awal). Dan meningkatkan kesadaran serta status kesehatan anak-anak usia sekolah.

Menurutnya, CKG (Cek Kesehatan Gratis) di sekolah adalah untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, memantau tumbuh kembang anak, serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar siswa.

Program resmi dari Kementerian Kesehatan RI yang menjangkau siswa usia 7 hingga 17 tahun ini memberikan berbagai manfaat konkret, antara lain :

Mengidentifikasi masalah fisik maupun mental lebih awal, seperti gangguan penglihatan (miopia), gangguan pendengaran, karies gigi, anemia, TBC, hingga risiko bulimia, stres, depresi, atau cemas.

Menilai apakah anak mengalami gizi kurang, gizi buruk, normal, kelebihan berat badan (overweight), atau obesitas.

Membantu menjaga kondisi tubuh dan konsentrasi anak agar optimal saat mengikuti kegiatan di sekolah.

Memberikan pemahaman pola hidup bersih dan sehat (PHBS), bahaya merokok, serta kesehatan reproduksi sesuai jenjang pendidikan.

Hasil pemeriksaan dapat dipantau orang tua dan fasilitas kesehatan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Dan menjadi fondasi pencegahan komplikasi penyakit dan penyiapan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,”imbuhnya.

Program CKG (Cek Kesehatan Gratis) di sekolah diharapkan dapat mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi kondisi pra-penyakit, dan menemukan penyakit lebih awal pada anak usia sekolah,”tutur Ikhsan.

 

 

Pos terkait