UPTD SPF SDI Paropo Makassar Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1448 H/2026 M, Ini Kata Kepsek Rosnawati

TargetNasional, Makassar — UPTD SPF SDI Paropo yang berlokasi di Jalan Dirgantara No. 17 A, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah pada Kamis (10/09/2026).

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti seluruh siswa(i), Kepala Sekola (Kepsek), Komite Sekolah, Guru atau Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta stakeholder.

Kepada awak media, Rosnawati, S.Pd., M.M., selaku Kepsek mengatakan, bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik sejak dini.

“Maulid Nabi ini menjadi momentum agar kita lebih mengenal dan mengamalkan perjuangan Rasulullah SAW. Beliau merupakan suri teladan dengan akhlak mulia yang harus kita contoh bersama,” ucapnya.

Rosnawati menekankan, pendidikan karakter berbasis keteladanan Nabi Muhammad SAW merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur.

“Setinggi apa pun ilmu seseorang, kalau tidak disertai karakter dan akhlak yang bagus, tidak ada artinya. Karena itu, kami ingin anak-anak tidak hanya berhenti pada batas mengenal figur Nabi, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Lanjut Rosnawati, selain itu, kegiatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan berbagai penampilan siswa, seperti pembacaan ayat suci Al-Quran, selawat bersama, serta tausiyah yang disampaikan oleh penceramah. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Meski demikian, kata Rosnawati mengingatkan bahwa peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang disampaikan dalam kegiatan diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid bukan hanya tradisi untuk berkumpul, tetapi kita harus mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan penceramah dan mengamalkannya,” pungkasnya kepada awak media.(ILHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *