TargetNasional, Makassar — Dalam upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini saat ini terus dilakukan oleh UPTD SPF SDN Sumanna Makassar. Salah satunya melalui program “TABEβ SAMPAH (Tabung, Aksi Bersih dan Edukasi Sampah)” yang melibatkan siswa(i) sebagai Duta TABEβ SAMPAH.
Hal ini dikatakan Alfi Sahar, S.Pd., M.Pd., kepada awak media, Rabu (12/08/2026). Sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) ia menjelaskan, Alhamdulillah kegiatan ini terus kami galakkan, siswa(i) yang tergabung pada Duta Tabe’ Sampah begitu antusias.
Tentunya, para duta tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah “Pemilahan Sampah”, ujar Alfi.
Diketahuinya, para Duta TABEβ SAMPAH terlihat aktif mengumpulkan dan memilah sampah yang terdapat di lingkungan sekolah. Sampah yang telah terkumpul kemudian dipisahkan berdasarkan jenis dan karakteristiknya, terutama sampah organik, sampah anorganik, serta sampah yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan atau didaur ulang.
Dengan menggunakan sarung tangan dan bekerja secara berkelompok, para siswa dengan penuh semangat memisahkan berbagai jenis sampah. Mereka belajar mengenali sampah yang dapat didaur ulang, seperti botol dan kemasan plastik, serta sampah lainnya yang perlu dikelola dengan cara yang tepat.
Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung agar siswa memperoleh pengalaman nyata tentang pentingnya pengelolaan sampah, jelas Alfi.
Lebih jauh ia mengungkapkan, Kegiatan pemilahan sampah bukan sekadar aktivitas membersihkan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi “Sarana edukasi bagi siswa(i) untuk membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan”.
Para siswa(i) diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan, guru, atau pihak sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Melalui Duta TABEβ SAMPAH, siswa(i) juga diberikan ruang untuk menjadi contoh dan penggerak bagi teman-temannya.
Tentunya, mereka diharapkan mampu mengajak siswa lainnya untuk membuang sampah pada tempatnya, melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, serta mengurangi kebiasaan mencampurkan berbagai jenis sampah.
Semangat para Duta TABEβ SAMPAH terlihat dari kerja sama mereka saat melakukan pemilahan. Ada siswa(i) yang bertugas mengumpulkan sampah, memisahkan jenis sampah, menyiapkan wadah, hingga membantu mengumpulkan sampah yang telah dipilah.
“Aktivitas tersebut sekaligus menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan.”
Program TABEβ SAMPAH juga menjadi bagian dari langkah sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan menyenangkan. Lingkungan sekolah yang terjaga kebersihannya diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif sekaligus membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.
Pengelolaan sampah sejak dini menjadi hal penting karena kebiasaan yang dibangun di lingkungan sekolah dapat terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Karena itu, Duta TABEβ SAMPAH tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga belajar bahwa “Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, imbuh Alfi.
Ia menambahkan, untuk itu melalui kegiatan ini, UPTD SPF SDN Sumanna Makassar terus mendorong seluruh warga sekolah untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. “Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dipandang sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai apabila dikelola dengan tepat.”
Keberadaan Duta TABEβ SAMPAH diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan sekolah. “Dari tangan-tangan kecil para siswa(i), tumbuh kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan hasil dari kepedulian serta tindakan bersama.”
Diketahui, “TABEβ SAMPAH bukan hanya tentang memilah sampah, tetapi tentang membangun karakter generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu menjaga lingkungan. Dari sekolah, dimulai kebiasaan baik; dari kebiasaan baik, lahir lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” pungkas Alfi kepada awak media.
Editor//TN Online//ILHO
Sumber//Humas SDN Sumanna









