TargetNasional, Online — Penanaman bunga di lingkungan sekolah bukan sekadar upaya mempercantik area sekolah (tamanisasi), melainkan sebuah metode pembelajaran kontekstual yang sangat efektif bagi siswa. Melalui aktivitas ini, halaman sekolah berubah menjadi laboratorium alam terbuka tempat siswa berinteraksi langsung dengan materi pelajaran, Rabu (08/07/2026)
Dr. Sunarti Suwadi, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, edukasi, serta strategi implementasi penanaman bunga sebagai sarana pendidikan di sekolah. Aktivitas menanam tanaman dan bunga memberikan ruang belajar eksperimental yang luas.
Menurutnya, siswa dapat mengamati langsung struktur tumbuhan (akar, batang, daun, bunga), proses fotosintesis, siklus hidup tanaman dari benih hingga mekar, hingga cara penyerbukan oleh serangga.
Merawat bunga membutuhkan rutinitas seperti menyiram secara teratur dan memberi pupuk. Proses memantau pertumbuhan berkala ini mengajarkan siswa untuk menghargai proses hidup dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Untuk itu, siswa diajak memahami peran tumbuhan dalam menghasilkan oksigen, menyerap debu, menjaga keseimbangan udara, serta menyediakan habitat bagi makhluk hidup lain.
Pilihan jenis bunga untuk edukasi adalah tanaman yang tangguh, mudah dirawat, aman (tidak berduri tajam atau beracun), dan sesuai dengan kondisi iklim sekolah.
Gunakan label nama pada setiap pot atau bedengan bunga. Cantumkan nama lokal, nama ilmiah (Latin), serta fungsi ekologisnya agar siswa terbiasa membaca informasi botani dasar.
Buat jadwal rutin bagi siswa untuk melakukan aksi nyata menyiram tanaman, membersihkan gulma, dan memotong bagian daun/bunga yang kering.
Tugaskan siswa untuk mencatat perkembangan tinggi tanaman, jumlah daun, atau kapan kuncup bunga mulai muncul sebagai pemenuhan tugas sains atau matematika dasar,”imbuhnya.
Selain memperkaya kualitas belajar (meningkatkan fokus dan menurunkan stres siswa), pengalaman merawat tanaman di sekolah terbukti mendorong siswa untuk memiliki kepedulian lingkungan yang sama saat mereka pulang ke rumah masing-masing, “tuturnya.









