Potret : Pengakuan Dua kepala sekolah di Kota Makassar mengungkap dugaan jual beli jabatan kepala sekolah. Video tersebut viral di media sosial pada Sabtu (27/06/2026).
TargetNasional, Makassar — Sebuah video berdurasi 6 menit 13 detik mendadak viral di media sosial. Video itu menampilkan seorang perempuan berbaju biru dengan jilbab bermotif bunga yang mengaku sebagai kepala sekolah definitif di Kota Makassar, Sabtu (27/06/2026).
Perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Suryama AB dg Ratu, S.Pd., M.Pd. itu menyampaikan pengakuan mengejutkan mengenai dugaan praktik jual beli jabatan dalam pengisian posisi kepala sekolah di Kota Makassar.
Lulus Seleksi dengan Baik, Lalu Dihubungi Oknum
Suryama mengawali penjelasannya dengan menceritakan proses seleksi yang telah dijalaninya dengan penuh integritas.
βSaya adalah kepsek definitif, di mana saya sudah mengikuti ujian kompetensi mulai dari BKN,β katanya dalam video tersebut.
Ia mengaku memperoleh hasil yang baik dalam seluruh tahapan seleksi, mulai dari uji kompetensi hingga wawancara.
Namun, setelah proses wawancara selesai, ia mengaku mendapat telepon dari seseorang yang disebutnya bernama Pak Yunus. Berdasarkan penelusuran, Yunus merupakan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Dalam percakapan pertama, Suryama mengaku diberi kabar bahwa dirinya akan ditempatkan di sekolah besar dengan jumlah siswa lebih dari 500 orang.
βSaya sudah lihat penempatanta. Sekolahnya besar dengan siswa lebih dari 500,β ucap Suryama menirukan isi percakapan tersebut.
Ia mengaku awalnya bersyukur dan menganggap informasi itu sebagai buah dari usaha serta kompetensi yang dimilikinya.
Namun, pengakuan Suryama berubah drastis ketika ia kembali menerima telepon dari orang yang sama pada malam pergantian tahun, Desember 2025 lalu. Dalam percakapan kedua itu, nada pembicaraan bergeser dari sekadar pemberitahuan menjadi tawaran.
βDia bilang, βMauki pilih sekolah yang mana kita mau?ββ tutur Suryama.
Polemik yang Mengguncang Dunia Pendidikan Makassar
Pengakuan Suryama sontak memicu perhatian publik dan mengguncang dunia pendidikan di Makassar. Dugaan praktik jual beli jabatan ini bukan pertama kali mencuat.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah mengingatkan agar para kepala sekolah tidak terjebak dalam praktik jual beli jabatan, nepotisme, atau kebijakan yang diambil tanpa dasar hukum yang jelas.
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Suleman, sempat menegaskan bahwa seleksi kepala sekolah dijamin bersih dari KKN dan praktik jual beli jabatan.
βSaya tegaskan kembali, tidak ada ruang untuk praktik KKN apalagi jual beli jabatan dalam seleksi Kepala Sekolah ini. Semuanya murni berbasis kinerja dan asesmen,β tegas Achi.
Di tengah hiruk-pikuk dunia maya, video Suryama menjadi lebih dari sekadar tontonan. Ia adalah cermin yang merefleksikan dua realitas: tekad untuk meraih prestasi melalui jalur yang benar, dan godaan sistem yang kadang menyimpang dari nilai-nilai luhur.
Keberanian Suryama untuk bersuara mengingatkan kita pada satu hal: pendidikan adalah fondasi peradaban. Ketika fondasi itu digerogoti oleh praktik-praktik yang tidak terpuji, maka masa depan generasi bangsa pun ikut terancam.
Kini, publik menanti langkah tegas dari pemerintah Kota Makassar. Akankah video viral ini menjadi titik balik untuk membersihkan dunia pendidikan dari praktik jual beli jabatan? Ataukah akan tenggelam begitu saja seperti isu-isu sebelumnya?
Satu hal yang pasti: suara kebenaran, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya untuk didengar.(**)









