Oleh : Herman Pelani
( Anggota APPI Kota Makassar )
TargetNasional Online β melalui media sosial penulis menyaksikan berulang kali video detik-detik seorang gadis yang sedang berjuang menyelamatkan dirinya dari dahsyatnya ombak, yang terjadi di bibir Pantai Appalareng, Kab. Bulukumba. Setelah penulis dalami tentang peristiwa awal mengapa sebenarnya terdapat seorang gadis yang sedang berusaha menyelamatkan dirinya, ternyata gadis tersebut terjatuh ke laut pada saat mengambil gambar dirinya.
Dalam coretan ini, penulis tidak panjang lebar menarasikan apa penyebabnya mengapa sang gadis cantik tersebut berani berpose pada lokus yang sebenarnya sangat membahayakan. Penulis ingin lebih memberikan perhatian khusus (Menyoroti) kepada pengunjung yang lain pada saat itu menyaksikan detik-detik sang gadis cantik itu menemui ajalnya. Dari video yang viral kita bisa menyaksikan bahwa ada beberapa pengunjung yang berhasil mengabadikan moment yang sangat menyayat hati memberikan luka yang sangat dalam bagi keluarganya, betapa perjuangan ayunan tangan sang gadis berjuang untuk segera menyentuh daratan.
Namun, jeritan meminta tolong dan perjuangan sang gadis menawan tersebut tidak mampu menggugah hati pengunjung yang melihat langsung peristiwa naas itu. Penulis, memahami boleh jadi semua pengunjung yang menyaksikan detik-detik ayu meregang nyawa sangat ingin menolong, namun mereka tidak ingin mengambil resiko yang hingga akhirnya apa yang dialami almarhumah juga dialami oleh mereka, sehingga akhirnya badan gadis cantik tersebut hilang dari permukaan laut.
Mengapa tidak ada upaya lain dari pengunjung, jika memang mereka tidak mampu menolong secara langsung kepada korban. Apakah memvideokan seorang yang sedang berjuang menyambut uluran tangan kita lebih baik, dari pada segera memberi tahu kepada orang yang diyakini mampu membantunya. Peristiwa viral di Pantai Appalareng, Bulukumba itu hanya contoh kecil tentang fenomena masyarakat kita pada saat ini. Betapa sudah banyak peristiwa yang terjadi saat ini, seseorang yang sedang menjerit meminta tolong namun tak ada sedikit empati dalam hati kita.
Akhir coretan ini, marilah direnungkan salah satu pesan Rasulullah Saw beliau berkata:
βAllah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.β
Semoga peristiwa yang sangat menyayat hati dan menyedihkan tersebut dapat menjadi renungan bagi kita semua, untuk tidak mengabaikan seorang yang sedang menunggu uluran tangan. Kalaupun diri kita tak mampu memberikan pertolongan secara langsung berjuanglah mencari upaya lain, sambutlah jeritan itu dengan sesegera mungkin, agar masih ada harapan untuk membaik.
Makassar, 8 Juni 2026.







