TargetNasional, Makassar β Upaya memperkuat pengawasan dan pelayanan publik terus dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Imigrasi Sulsel, Kamis (30/05/2026).
βHal ini dibuktikan melalui pertemuan strategis bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK PRO yang berlangsung dalam suasana santai di Fireflies, Jalan Hertasning, Makassar.
ββKegiatan berkonsep βngopi barengβ ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, S.H., M.H. Turut hadir mendampingi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo, Yogie Kashogi, Amd.Im., S.H., M.H., serta perwakilan dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Ade Yanuar Ikbal, S.Kom., M.M. yang diwakili oleh Andi Abu Talib, SE.,M.M.
ββDari pihak LSM LIDIK PRO, hadir Sekretaris Jenderal DPN LIDIK PRO, M. Darwis K, Ketua DPP LIDIK PRO Sulsel, Kemal Situru, S.Pd., M.Si., CPCS., serta aktivis pemerhati Pekerja Migran Indonesia (PMI) wilayah Sulsel, Andi Ikhsan.
ββPertemuan tersebut membahas secara mendalam program Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preventif dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Fokus utama pembahasan mencakup sosialisasi tata cara permohonan paspor yang sesuai SOP guna meminimalisir PMI non-prosedural.
ββSekjen LIDIK PRO, M. Darwis K, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah proaktif Kakanwil Imigrasi Sulsel dalam menjaga integritas dan melayani masyarakat dengan setulus hati. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur rayuan calo.
ββSenada dengan hal tersebut, jajaran Kanim Palopo dan Kanim Parepare menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder, media, dan NGO.
βKomitmen ini bertujuan mendorong pelayanan maksimal bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
βSelain itu, sosialisasi mengenai penggunaan e-passport serta program-program terbaru di lingkup Kementerian Imigrasi akan terus digencarkan secara masif.
ββSebagai penutup, Darwis menekankan bahwa hubungan antara lembaga dan aktivis harus didasarkan pada semangat kemitraan yang positif. Menurutnya, kritik dan solusi harus berjalan seiring dengan silaturahmi yang dikemas penuh kekeluargaan.
βHal ini diyakini akan melahirkan solusi terbaik dalam mengawal jalannya pelayanan yang maksimal dan berintegritas bagi seluruh lapisan masyarakat, tutupnya.(*)







