TargetNasional, Makassar β UPT SPF SMPN 35 Makassar melaksanakan Penilaian Akhir Modul (PAM) yang dirangkaikan dengan pentas seni sebagai implementasi kegiatan kokurikuler, Rabu (29/04/2026).
Yang mana, PAM diikuti seluruh siswa kelas IX dan menggunakan format asesmen berbasis proyek. Siswa tidak hanya mengerjakan soal tulis, tetapi juga mempresentasikan hasil proyek, produk karya, dan unjuk kerja sesuai modul yang telah dipelajari.
Kepala UPT SPF SMPN 35 Makassar, H. Asran, S.Pd., M.Pd., menjelaskan alasan pentas seni digabung dengan kokurikuler. βPAM ini kami rancang agar tidak sekadar menguji akademik. Lewat pensi, siswa menyalurkan bakat, melatih percaya diri, dan menguatkan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis,β ujarnya.
Rangkaian pensi menampilkan tari kreasi, musik akustik, teater pendek, dan pameran karya P5 dari setiap kelas. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian kokurikuler sehingga aspek sikap, keterampilan, dan kolaborasi siswa dapat terukur secara langsung.
Koordinator kurikulum menambahkan bahwa penggabungan PAM dengan pensi membuat suasana asesmen lebih menyenangkan. βAnak-anak lebih antusias karena bisa menunjukkan hasil belajar dalam bentuk karya nyata. Guru juga lebih mudah melihat perkembangan kompetensi siswa secara utuh,β jelasnya.
Melalui PAM yang terintegrasi dengan pensi dan kokurikuler ini, SMPN 35 Makassar berharap asesmen akhir menjadi pengalaman belajar yang bermakna, sekaligus mendorong siswa untuk terus berkarya dan berkarakter.









