Kepala SMPN 53 Makassar Kusnadi Idris Dukung MBG Sasar Anak Stunting dan Warga Kurang Mampu

TargetNasional, Makassar β€” Pemerintah Pusat kini berencana mengubah arahan baru pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/04/2026).

Target MBG yang baru menekankan pada kelompok rentan seperti anak kurang gizi dan stunting untuk mencegah makanan bersisa dan memaksimalkan anggaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah (Kepsek) UPT SPF SMPN 53, Drs. Kusnadi Idris mengaku mendukung wacana tersebut karena dinilai mampu membantu anak stunting untuk sembuh dan menghadirkan kabupaten kota yang zero stunting.

Di sisi lain, ia menyarankan agar fokus MBG ini tidak hanya pada anak kurang gizi atau stunting tapi juga bagi anak-anak yang kurang mampu.

β€œKalau di SMP 53 dominan siswa yang tinggal di daerah jembatan merah sama rumah susun, jadi bisa dibilang ekonominya mencegah ke bawah,” katanya.

Selain itu, Kusnadi menyebut hadirnya Program Menu Makan Bergizi Gratis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar SMPN 53 karena adanya makanan gratis ini membuat siswa jadi lebih rajin ke sekolah.

β€œIya betul, anak-anak jadi rajin ke sekolah karena mau dapat makanan gratis itu,” ungkapnya.

Lanjut Kusnadi, sejak pendistribusian Makan Bergizi Gratis berjalan di SMPN 53, hingga kini belum ada keluhan dari siswa seperti sakit perut, mual hingga muntah.

Namun berbagai masukan tetap diberikan. β€œKalau bisa menunya bisa lebih variatif, lauknya bisa diganti-gantilah supaya anak-anak tidak bosan,” harapnya.

Sementara itu, Seorang Ibu Rumah Tangga, Ati mengaku kurang setuju dengan dengan wacana tersebut.

Ia menuturkan tidak mempermasalahkan jika MBG ini memprioritaskan anak kurang bergizi namun pendistribusiannya diharapkan bisa merata ke semua anak.

β€œTidak apa-apa sebenarnya kalau untuk anak kurang gizi karena bisa membantu lah cuma kalau boleh diratakan saja karena kita ini sebagai orang tua juga terbantu kalau anak-anak makan di sekolah jadi kita tinggal bawakan air minum saja terus uang jajannya bisa dikurangi,” pungkasnya.

Ati berharap program ini bisa terus berjalan dan berbagai masukan yang disampaikan pihak sekolah bisa dievaluasi oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan.(*)

Pos terkait