TargetNasional, Online — Perpustakaan ramah anak adalah ruang baca edukatif yang didesain khusus, aman, nyaman, dan menyenangkan untuk menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak. Konsep ini menyediakan buku-buku menarik, area bermain, serta fasilitas fisik yang disesuaikan dengan usia anak. Tujuannya adalah mengubah citra perpustakaan yang sunyi menjadi pusat aktivitas literasi yang menarik.
Rahmawati, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, “Perpustakaan Ikhlas Bakti ” adalah perpustakaan ramah anak UPT SPF SDI Mariso II yang resmi dibuka Kadis Pendidikan Kota Makassar hari ini, Selasa (28/04/2026)
Perpustakaan ramah anak bertujuan membangun kebiasaan membaca (mau, sering, dan menikmati buku) sejak dini melalui lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Menumbuhkan minat baca, meningkatkan kualitas literasi, dan mengembangkan karakter anak melalui koleksi buku yang beragam dan menarik.
Menurutnya, perpustakaan ramah anak menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan yang secara signifikan meningkatkan minat baca, mengembangkan literasi sejak dini, serta menstimulasi kreativitas anak. Ruang ini menyediakan koleksi buku yang sesuai umur, mendukung kurikulum sekolah, serta menjadi pusat kegiatan edukatif informal yang menyenangkan.
Sudut baca yang empuk, warna – warni, dan menarik perhatian. Menyediakan buku berdasarkan tingkat kemampuan membaca anak. Fasilitas fisik yang memenuhi standar keamanan bagi anak.
Menjadi tempat belajar sekaligus bermain yang aktif. Dilengkapi permainan tradisional atau alat permainan edukatif. Membaca nyaring (read aloud) dan aktivitas bercerita (storytelling). Rak buku yang rendah dan mudah dijangkau, serta area lesehan.
Perpustakaan ramah anak seringkali menjadi bagian dari program Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk mendukung hak anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang nyaman.
Perpustakaan ramah anak di sekolah lebih fokus menciptakan ruang literasi yang nyaman, menyenangkan, dan berpusat pada anak (buku bergambar, penataan lesehan), sementara perpustakaan sekolah konvensional seringkali bersifat formal, kaku, dan hanya berfokus pada penyediaan buku referensi kurikulum. Perbedaan utama terletak pada atmosfer, jenis koleksi, dan fleksibilitas akses,”imbuhnya.
Perpustakaan ramah anak diharapkan menjadi ruang aman, nyaman, dan menyenangkan yang meningkatkan minat baca melalui koleksi buku menarik, berwarna, dan sesuai usia. Tempat ini harus menyediakan suasana santai untuk bereksplorasi, melindungi dari kekerasan, dan menumbuhkan karakter positif serta kreativitas anak sejak dini, “ungkap Rahmawati.









