TargetNasional, Online β Kampanye hemat energi oleh kader Adiwiyata dalam rangka Hari Bumi adalah aksi nyata dan edukasi publik yang dilakukan oleh siswa untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah dan masyarakat mengenai pentingnya konservasi energi, Jumβat (22/04/2026)
Menurut, Agustina Katindo, S.Pd., tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi emisi karbon, menekan biaya operasional, dan melestarikan lingkungan.
Berpartisipasi dalam kampanye publik seperti mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak diperlukan selama kurun waktu tertentu (seperti aksi Earth Hour atau Switch Off).
Membagikan stiker, brosur, atau infografis mengenai tips hemat energi kepada masyarakat sekitar atau pengguna jalan.
Presentasi atau sosialisasi langsung oleh kader ke kelas-kelas lain maupun kepada keluarga dan masyarakat mengenai cara bijak menggunakan listrik dan air.
Menempelkan poster ajakan di mading sekolah atau area strategis dengan slogan seperti βMatikan Lampu Jika Tidak Perluβ atau βHemat Energi, Selamatkan Bumi!
Aksi nyata hemat energi di lingkungan sekolah dengan membuka jendela dan gorden agar sinar matahari dapat menerangi ruangan sehingga mengurangi penggunaan lampu di siang hari.
Menggunakan lampu yang lebih hemat energi dan memastikan perawatannya berkala. Menyetel suhu pendingin ruangan serta mematikannya saat ruangan kosong.
Membentuk tim khusus dari Kader Adiwiyata untuk memastikan semua komputer, kipas angin, dan lampu di setiap kelas benar-benar mati saat jam pulang sekolah.
Mengimbau siswa untuk mencabut kabel pengisi daya (charger) ponsel atau laptop dari stop kontak jika sudah tidak digunakan untuk mencegah pemakaian daya listrik pasif.
Program ini merupakan pilar penting dalam Program Sekolah Adiwiyata untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini,βimbuhnya.
Kampanye hemat energi oleh kader Adiwiyata diharapkan mampu membentuk budaya dan perilaku peduli lingkungan. Kampanye ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan warga sekolah menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik dan air, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih hijau dan efisien secara berkelanjutan,βungkap Agustina Katindo.







