TargetNasional, Online — Proses belajar mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa transisi di mana siswa beralih dari karakter anak-anak (SD) menuju remaja (SMA). Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa, Kamis (16/04/2026)
Kepala UPT SPF SMP Negeri 1 Makassar Dr. Suaib Ramli, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas terbagi menjadi tiga tahapan utama.

Guru membuka kelas dengan sapaan, doa, dan apersepsi (pertanyaan pemantik) untuk mengaitkan materi sebelumnya atau pengalaman sehari-hari siswa.
Menggunakan variasi metode seperti diskusi kelompok, tanya jawab, demonstrasi, atau pembelajaran berbasis proyek agar siswa aktif (active learning).
Guru dan siswa melakukan refleksi untuk mengevaluasi pemahaman materi serta menarik kesimpulan bersama.
Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan untuk menarik minat siswa, pembelajaran kini lebih berpusat pada siswa melalui beberapa pendekatan. Mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata dan kebiasaan sehari-hari siswa.
Melatih kerja sama melalui diskusi kelompok kecil. Memberikan tugas atau proyek tertentu untuk diselesaikan secara kolaboratif.
Menurut, Dr. Suaib Ramli, S.Pd., M.Pd., evaluasi dan penilaian untuk mengukur keberhasilan proses, guru tidak hanya menilai dari ujian akhir, tetapi juga dari keaktifan di kelas.Tugas harian dan presentasi. penilaian sikap dan karakter saat proses pembelajaran berlangsung,”ungkapnya.









