TargetNasional, Online — Persiapan menuju Adiwiyata Nasional berfokus pada penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) secara konsisten. Langkah utamanya meliputi pembentukan tim Adiwiyata, penyusunan kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, integrasi kurikulum, pengelolaan sampah (pemilahan dan kompos), konservasi energi/air, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah, Selasa (27/01/2026)
Alfi, S.Pd., mengungkapkan, persiapan yang sedang kami lakukan menuju Adiwiyata Nasional seperti manajemen dan dokumen (Administrasi).
Melibatkan guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Melakukan evaluasi potensi dan masalah lingkungan di sekolah.
Menyusun rencana program tahunan yang terintegrasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP/KOSP), RPP, dan silabus.
Menyiapkan bukti fisik berupa foto, jurnal kegiatan, laporan, dan dokumen kebijakan.
Kebijakan sekolah yang mendukung pengurangan plastik, penghematan energi, dan air.
Mengubah perilaku warga sekolah seperti membawa tumbler/tempat makan sendiri, memilah sampah, dan piket kebersihan.
Menciptakan inovasi lingkungan, seperti kolam ikan, kompos, eco-printing, atau greenhouse.
Menyediakan tempat sampah organik/anorganik terpisah, pembuatan kompos, dan lubang biopori.
Melakukan penanaman pohon, taman kelas, dan Toga (Tanaman Obat Keluarga).
Memasang stiker ajakan hemat air/listrik dan mengoptimalkan pencahayaan alami.
Membentuk kader siswa (Dokter Kecil, Kader Lingkungan) untuk menggerakkan kampanye lingkungan.
Melakukan Jumat bersih atau aksi lingkungan secara rutin. Bekerja sama dengan pihak luar (DLH, Puskesmas, LSM) dalam pembinaan lingkungan.
Dengan persiapan terstruktur, sekolah tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi menciptakan budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Persiapan Adiwiyata Nasional diharapkan mampu mengubah sekolah menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan,”ungkap Alfi.







