TargetNasional, Online — Proses belajar mengajar yang baik di sekolah adalah interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang memahami kebutuhan murid, menggunakan metode beragam (diskusi, praktik, cerita), menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, memberikan umpan balik konstruktif, serta membangun lingkungan yang aman, suportif, dan memicu keingintahuan untuk mengembangkan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan sosial siswa secara holistik, seperti di SDN Tamamaung Makassar, Kamis (15/01/2026)
Ali, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, perlunya memahami kebutuhan, gaya belajar, dan karakter individu siswa serta memberikan perhatian pada semua murid.

Mendorong diskusi, kerja kelompok, dan aktivitas praktik agar siswa aktif terlibat, bukan hanya mendengarkan.
Menggunakan metode kreatif seperti storytelling, ice-breaking, dan menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari agar siswa termotivasi dan menikmati proses belajar.
Menggunakan berbagai media (video, presentasi, alat peraga) dan strategi (kooperatif, proyek) agar tidak membosankan.
Menurutnya, melatih pemikiran kritis, kreativitas, dan keterampilan sosial siswa melalui pertanyaan analitis dan diskusi. Menciptakan kelas yang aman, nyaman, suportif, dan memotivasi siswa untuk berani bertanya dan berpendapat.
Memberikan umpan balik yang membangun dan penilaian berkala untuk mengukur pemahaman dan kemajuan siswa. Membimbing dan membimbing siswa, bukan hanya menjadi sumber pengetahuan tunggal. Merencanakan pembelajaran yang kondusif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan.
Memberikan kata-kata motivasi dan menjaga semangat mengajar, berpartisipasi dalam diskusi, bertanya, dan bekerja sama.
Berpikir mendalam, menghasilkan ide-ide baru. Memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran diri sendiri dan kelompoknya (dalam pembelajaran kooperatif),” ungkapnya.









