TargetNasional, Online — Untuk mewujudkan Adiwiyata Provinsi, sekolah perlu mengintegrasikan kebijakan, kurikulum, kegiatan, dan sarana lingkungan secara komprehensif, mulai dari pembentukan tim, penyusunan kebijakan lingkungan sekolah (hemat energi/air, pengelolaan sampah 3R, penghijauan), integrasi materi lingkungan ke dalam pembelajaran, kegiatan partisipatif seperti piket Adiwiyata dan bank sampah, hingga pembangunan infrastruktur hijau (toga, greenhouse, biopori) yang didukung monitoring berkelanjutan untuk menciptakan budaya peduli lingkungan di seluruh warga sekolah, Senin (22/12/2025)
Ali, S.Pd.,M.Pd., untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata provinsi kami membuat kebijakan tertulis tentang pengelolaan sampah.
Penghematan energi dan air, serta program seperti, memasukkan isu lingkungan ke dalam RPP dan materi pelajaran tentang pengolahan sampah jadi kompos, konservasi alam.
Menerapkan pilah sampah, buat kompos, daur ulang, dan galeri daur ulang. Menanam tanaman obat keluarga (Toga), buat greenhouse, kebun sekolah, dan lubang biopori.
Sosialisasi, spanduk, dan lomba terkait lingkungan. Menerapkan piket Adiwiyata, budaya ASALAM (Ada Sampah Langsung Ambil), dan kawasan bebas rokok.
Mengembangkan taman, greenhouse, dengan menggunakan bangunan hemat energi. Serta menyediakan tempat sampah terpilah, komposter, dan peralatan kebersihan memadai.
Melibatkan guru, siswa, staf, dan komite sekolah serta menggandeng masyarakat sekitar untuk kegiatan lingkungan. Meningkatkan kapasitas guru dalam pendidikan lingkungan.
Melakukan pemantauan rutin terhadap pencapaian program Adiwiyata. Dan menyusun laporan secara berkala untuk perbaikan dan penilaian.
Kami berharap semoga dengan menerapkan langkah-langkah ini secara menyeluruh, akan terbangun budaya sekolah yang peduli lingkungan dan siap untuk menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi,”ungkap Ali.









