Program MBG Dibatalkan Sepihak, Komite SD Inpres Batua II Makassar Layangkan Surat Komplain ke SPPG Amanagappa

TARGETNASIONAL, MAKASSARβ€”- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibatalkan sepihak, Komite Sekolah SD Inpres Batua II Kecamatan Manggala Kota Makassar melayangkan surat komplain dan kritikan kepada pihak SPPG Amanahappa perihal kurangnya persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga berujung pendistribusian di sekolahnya dibatalkan sepihak.

Menurut ketua Komite sekolah SD Inpres Batua II Makassar, Jumiaty Usman, S.Kom.,M.M. bahwa sebelumnya SD Inpres Batua II telah ditetapkan sebagai sekolah penenerima manfaat MBG sesuai dengan jumlah siswa.

Bacaan Lainnya

Namun belakangan pendistribusian MBG tidak sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga terjadinya polemik dan komplain dari orang tua siswa, hingga berujung adanya pembatalan sepihak. Sebagai bentuk protes dan pertanggungjawabannya kami komite sekolah SDI Batua II mewakili orang tua siswa telah melayangkan surat secara resmi dan menuntut beberapa hal kepada pihak SPPG Amanagappa.

Dalam surat pertama itu ada dua poin tuntutan yang kami minta, yang pertama surat penjelasan dari pihak SPPG Amanagappa terkait dengan tidak adanya pendistribusian menu MBG pada hari kamis tanggal 4 Desember 2025 dan didalam surat tersebut tertuang penjelesan yang sebenar -benarnya terjadi. Kemudian surat penjelasan dari pihak SPPG Amanagappa terkait dengan tidak adanya pendistribusian menu MBG terhitung mulai dari hari rabu tanggal 10 Desember 2025 sampai dengan hari ini dimana surat ini dibuat tanggal 22 Desember 2025.

Dari kedua peresitiwa diatas, pihak orang tua siswa menuntut penggantian kompensasi terhadap pemberhentian pendistribusian menu MBG yang dilakukan secara sepihak oleh SPPG Amanagappa, dimana keputusan sepihak itu sangat merugikan bagi anak-anak kami siswa/siswi SDI Batua II yang seharusnya mendapatkan hak sesuai dengan program pemerintah untuk pemenuhan gizi anak-anak Indonesia melalui anggaran yang semestinya dikelolah dengan baik dan dipertanggung jawabkan oleh pihak SPPG Amanagappa.

Lebih dalam, Jumiaty Usman katakan, menindaklanjuti surat komplen yang pertama tanggal 17 Desember 2025 dengan nomor 001/K.S SDI BATUA II/XII/2025 tanggal 17 Desember 2025 yang telah kami sampaikan kepada pihak yayasan perguruan Amanagappa Indonesia (YPAGI), terkait 2 poin tuntutan belum juga ada balasannya. hanya ada balasan berupa surat pernyataan yang meminta kami untuk pemberhentian penyaluran menu MBG.

Kami menunggu itikat baik dari pihak SPPG Amanagappa untuk mempertanggungjawabkan keputusan sepihak yang telah dibuat dan merugikan siswa/siswi kami, jika sampai 2 x 24 jam tidak ada penjelasan serta tindakan yang baik dari pihak SPPG Amanagappa maka kami akan membuat laporan atas peristiwa tersebut ke pihak berwenang dalam hal ini adalah Badan Gizi Nasional (BGN) Propinsi untuk ditindaklanjuti.

β€œBukan itu saja, sebelumnya saat pendistribusian menu MBG basa telah ditemukan ulat pada sayur MBG kelas 4 masuk siang, Rabu 17 September 2025 pukul 13.41 wita. Kemudian tanggal 6 Oktober 2025 jam 9.30 ada ulat di dalam ompreng, serta ada nasi goreng basi,” bebernya.

Menanggapi berbagai kejanggalan dan tuntutan dari pihak SD Inpres Batua II Makassar, media ini mencoba mengkonfirmasi ke pihak SPPG Amanahappa melalui pesan WhatsApp. Ketua yayasan Amanagappa, Fariet Ma’ruf menyampaikan,

Waalaikumsalam tabe memang dapur sppg manggala batua, dikurangi penerima manfaat, jadi nya sd batua 2 silakan kerjasama dgn dapur lain..

Kami tidak bisa lagi layani krn jumlah penerima manfaat lebih 3200. Sekarang dapur mbg hanya melayani rata-rata 2500 penerima manfaat. Bisa dilayani dapur mbg lain yg buka di sekitar batua.

Mgkn hanya itu info yg bisa kami sampaikan.

Ketika hendak di konfirmasi secara langsung Fariet Ma’ruf enggan ditemui.

β€œMaaf pak, sy tidak bersedia ..

Kami hanya bicara ke pihak terkait bukan ke media”. Cetusnya. Senin ( 2025/12/22) 16:44 WITA.

Β 

Pos terkait