Kepsek UPT SPF SDN Tamamaung I Makassar Ikut Hadiri in Service Training 2 (7 jurus BK hebat bagi guru wali batch 2) di BBGTK

Oplus_131072

TargetNasional, Online — In-service training (IST) 2 atau pelatihan dalam jabatan adalah program pendidikan dan pengembangan berkelanjutan yang diberikan kepada pegawai (terutama guru) saat mereka sudah bekerja untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan, dan keterampilan mereka agar sesuai dengan tuntutan pekerjaan, memecahkan masalah sehari-hari, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, Kamis (11/12/2025)

H.Basora, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, pelatihan ini bisa bersifat formal (ditugaskan lembaga) maupun informal (kemauan sendiri) dan sering kali menjadi bagian dari supervisi modern untuk memastikan kompetensi tetap relevan.

Bacaan Lainnya

In service training diberikan kepada guru-guru yang dipandang perlu meningkatkan ketrampilan/pengetahuannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dibidang pendidikan. dengan tugasnya, agar dapat meningkatkan kinerja dan mempertahankan profesionalismenya dalam melakukan tugas-tugas tersebut.

Menyesuaikan pengetahuan dan keterampilan dengan perkembangan bidangnya, seperti Kurikulum Merdeka.

Ini adalah momen bagi peserta (guru) untuk merefleksikan pengalaman praktik di sekolah (OJL) dan memperbaiki kualitasnya.

Membantu menyelesaikan masalah praktis di tempat kerja dengan cepat. Memfasilitasi pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antar rekan sejawat.

Seminar, lokakarya (workshop), lokakarya (workshop), penataran, kursus, dan kegiatan yang dipimpin oleh pengawas atau ahli. Belajar mandiri dengan membaca literatur terkait pekerjaan.

Dalam konteks guru, sering disebut sebagai In-Service Training 2 (In 2) atau Pelatihan Mendalam, yang dilaksanakan setelah pembelajaran di sekolah (OJL) untuk penguatan kompetensi.

Sementara 7 Jurus BK Hebat adalah program Kemendikdasmen untuk guru yang mencakup 7 strategi praktis:
Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi, bertujuan membimbing siswa secara menyeluruh agar tumbuh mandiri, tangguh, dan memiliki karakter positif melalui pendekatan yang aman dan menyenangkan, “tutup H.Basora.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *