UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar Dokumentasikan Kegiatan Sumatif Akhir Semester Tahun Ajaran 2025–2026, Langkah Cerdas dan Berkarakter

Oplus_131072

TargetNasional, Online β€” Dokumentasi berfungsi sebagai catatan sejarah yang dapat digunakan untuk referensi di masa mendatang, menunjukkan apa yang telah dicapai dan bagaimana suatu kegiatan dilaksanakan, Senin (08/12/2025)

Ini menunjukkan pertanggung jawab pihak sekolah (guru, staf, dan siswa) kepada orang tua, sponsor, atau otoritas pendidikan mengenai kegiatan yang dilakukan dan penggunaan sumber daya.

Bacaan Lainnya

Catatan kegiatan memungkinkan sekolah untuk mengevaluasi keberhasilan suatu kegiatan, mengidentifikasi apa saja yang perlu ditingkatkan, dan merencanakan kegiatan serupa di masa depan.

Dokumentasi, baik berupa foto, video, atau laporan tertulis, digunakan untuk buletin sekolah, situs web, atau media sosial untuk menginformasikan komunitas sekolah dan mempromosikan sekolah kepada calon siswa baru nantinya.

Secara ringkas, tindakan mendokumentasikan kegiatan sekolah adalah tindakan administratif, edukatif, dan komunikatif yang sangat penting bagi operasional dan perkembangan sekolah.

EMuhammad Azhar Kadir, S.Pd.,M.Pd., Sumatif akhir semester (SAS) adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir setiap semester untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa selama satu semester. Hasil SAS digunakan untuk menentukan nilai rapor, mengetahui sejauh mana siswa memahami materi, dan menjadi dasar penentuan kenaikan kelas atau kelulusan, Senin (08/12/2025)

Penilaian sumatif digunakan untuk mengukur apa yang telah dipelajari siswa dan sejauh mana mereka telah memperoleh capaian pembelajaran, pengetahuan, dan keterampilan tertentu.

Penilaian yang dilakukan di akhir periode pembelajaran (bab, semester, atau tahun) untuk mengukur hasil akhir penguasaan materi siswa secara menyeluruh, menentukan nilai rapor, serta menjadi penentu naik kelas atau kelulusan.

Menyederhanakan alur proses, memperjelas informasi persyaratan, dan memastikan prosedur proses pelayanan (belajar mengajar) dipahami dengan baik oleh semua pihak.

Meninjau kembali proses kerja untuk mengidentifikasi hambatan, menetapkan standar waktu yang realistis, dan mengoptimalkan efisiensi.

Memberikan pelatihan kepada guru dan Staf kependidikan (misalnya, service excellent), meningkatkan pengetahuan staf tentang layanan yang diberikan, dan menerapkan standar etika pelayanan.

Fasilitas pendukung juga sangat perlu di evaluasi, seperti ketersediaan informasi, atau infrastruktur online yang dinilai masih kurang memadai.

Memperbaiki atau menambah fasilitas fisik, mengoptimalkan penggunaan aplikasi/website untuk sosialisasi informasi, dan meningkatkan media publikasi.

Mengoptimalkan saluran komunikasi untuk pengaduan, memastikan setiap masukan dicatat dan ditindaklanjuti, serta menyusun laporan tindak lanjut secara periodik.

Dokumentasi kegiatan terus dilakukan dan langkah tindak lanjut umum setelah hasil SAS keluar.

Mengidentifikasi unsur-unsur dengan nilai terendah yang memerlukan intervensi lanjutan.

Membuat rencana kegiatan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART) untuk mengatasi kelemahan.

Memprioritaskan perbaikan, terutama untuk masalah yang bersifat minor (dapat segera diperbaiki) dan mayor (menjadi masukan untuk perencanaan anggaran tahun berikutnya).

Melaksanakan rencana perbaikan dan memonitor pelaksanaannya secara berkala (misalnya, setiap semester).

Singkatnya, inti dari pembenahan setelah SAS adalah menggunakan data dan masukan objektif untuk memperbaiki kelemahan internal dan meningkatkan kualitas secara keseluruhan pembelajaran dan asesmen,”tegasnya.

Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh peserta didik dalam suasana yang kondusif.

Muhammad Azhar Kadir, S.Pd.,M.Pd., berharap semoga seluruh siswa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan ujian, serta memperoleh hasil yang terbaik. Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan.(Red)

Pos terkait