Skrining Gangguan Refraksi Digelar UPT SPF SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga Makassar Dalam Rangka HUT Dinkes Ke-80

Oplus_131072

TargetNasional, Online — Skrining gangguan refraksi di sekolah adalah proses pemeriksaan awal untuk mendeteksi dini masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme pada siswa sekolah, Sabtu (15/11/2025)

Rahmawati, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko mengalami gangguan penglihatan sehingga dapat segera ditangani melalui pemeriksaan lanjutan dan koreksi (misalnya, kacamata), yang sangat penting untuk menunjang proses belajar mereka.

Bacaan Lainnya

Mengidentifikasi anak-anak yang memiliki gangguan refraksi yang mungkin tidak disadari oleh siswa itu sendiri atau orang tua mereka.
Mencegah dampak negatif: Mencegah penurunan prestasi belajar dan masalah lain yang dapat timbul akibat penglihatan yang buruk.

Memastikan siswa dapat belajar dengan optimal karena 80% proses belajar bergantung pada visual.
Intervensi dini: Memberikan dasar untuk rujukan pemeriksaan lebih lanjut dan penyediaan kacamata yang tepat waktu.

Menggunakan alat seperti kartu E (Tambling) atau chart Snellen, yang biasanya dilakukan oleh petugas kesehatan terlatih.

Menguji ketajaman penglihatan siswa dengan jarak tertentu, sering kali dilakukan secara monokuler (satu per satu mata).
Hasil dan tindak lanjut
Setelah skrining, petugas akan mencatat hasil pemeriksaan setiap anak.

Siswa yang tidak lulus skrining akan diberikan informasi untuk selanjutnya dirujuk kepada dokter spesialis mata guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih akurat, seperti pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif lebih lanjut atau pemberian kacamata.

Pemeriksaan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mata kepada siswa dan orang tua,”ungkap Rahmawati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *