TargetNasional, Online — Gerakan makan buah dan pembuatan eco-enzim 10.000 liter untuk Makassar adalah program pemerintah bersama Dinas lingkungan hidup kota Makassar, Kamis (18/12/2025)
Irhamah Ibrahim, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan, pembuatan eco-enzim ini melibatkan peserta didik kelas VI.
Pembuatan eco-enzyme di adalah kegiatan edukatif dan praktis untuk mengolah limbah organik (sisa buah/sayur) menjadi cairan serbaguna melalui proses fermentasi dengan air dan gula merah.
Kegiatan ini bertujuan mengajarkan peserta didik tentang pengelolaan sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, serta menghasilkan produk ramah lingkungan (pupuk, pembersih).
Kegiatan ini juga adalah bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan (P5), menjadikannya media belajar yang kontekstual dan berdampak langsung.
Tujuan utama dari kegiatan ini agar peserta didik belajar secara langsung tentang daur ulang, pengolahan limbah, dan konservasi alam.
Integrasi kurikulum (P5) melalui kegiatan langsung yang menyenangkan. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bahan yang dipakai seperti, sisa buah/sayuran (kulit jeruk, apel, dll.), gula merah, air.
Perbandingan 10 (air). 3 (organik). 1 (gula merah). Proses fermentasi anaerob (tanpa udara) selama sekitar 3 bulan dalam wadah kedap udara, dengan membuka wadah sesekali untuk membuang gas.
Manfaat Eco-Enzyme adalah sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman di taman sekolah. Dan dapat dipakai untuk membersihkan lantai, alat makan, atau kaca serta digunakan sebagai pestisida alami.
Dilakukan secara langsung bersama peserta didik dan guru sebagai bentuk aksi nyata peduli sampah dan lingkungan,”ungkap Irhamah Ibrahim.









