Apresiasi Hari Guru Nasional 2025 UPT SPF SDI Banta Bantaeng I Gelar Gerakan Dari Sekolah untuk Makassar 10.000 Liter EcoEnzym dan Makan Buah Serentak

Oplus_131072

TargetNasional, Makassar — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2025, lebih dari 400 sekolah dasar negeri dan swasta se-Kota Makassar secara serentak melaksanakan kegiatan Pembuatan 10.000 Liter EcoEnzym dari Sekolah untuk Makassar, yang dibarengi dengan Gerakan Makan Buah Serentak oleh seluruh peserta didik, Selasa (02/12/2025)

Hasdiarah Karim, S.Pd., kegiatan ini digelar langsung di masing-masing sekolah dan dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Bekerja sama dengan Forum K3S, Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan didukung oleh pegiat lingkungan serta komunitas pembuat ecoenzym di Kota Makassar.

Program Edukasi mengubah sampah menjadi berkah, mendidik peserta didik sejak dini.

Gerakan ini bertujuan untuk :

1. Mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah organik sejak dini.

2. Mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan di sekolah.

3. Menghasilkan 10.000 liter ecoenzym yang bermanfaat bagi pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, dan pengolahan limbah.

4. Membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui kebiasaan makan buah.

Para siswa memulai kegiatan dengan makan buah bersama, lalu kulit buahnya langsung dijadikan bahan baku untuk fermentasi ecoenzym.

Proses pembuatan dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah menerima Technical Meeting dan SOP pelaksanaan dari panitia. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik SDI Banta Bantaeng I Makassar.

Sebelumnya, ketua Forum K3S menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk penghormatan kepada guru yang tidak hanya mengajar, tetapi memberi teladan dalam merawat bumi.

β€œHari Guru bukan hanya momentum merayakan peran pendidik, tetapi juga menginspirasi langkah nyata. Dengan ecoenzym, guru – guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan menghasilkan manfaat besar bagi kota.”tutup Hasdiarah Karim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *