Diproyeksi Silpa Makassar Di Tahun 2025, Di Kisaran 300 – 400, Kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar.

TargetNasional Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memproyeksikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2025 berada pada kisaran Rp300 miliar hingga Rp400 miliar.

Kenaikan angka Silpa tersebut disebut sebagai konsekuensi dari sejumlah program prioritas yang tidak berjalan optimal sepanjang tahun, termasuk program warisan pemerintahan sebelumnya. Sejumlah kendala teknis dan administratif disebut menjadi pemicu utama.

β€œTiga tahun terakhir itu hampir di atas Rp200 miliar kita tidak punya Silpa. Tetapi tahun ini memang ada beberapa kegiatan prioritas yang tidak bisa jalan. Itu yang menjadi Silpa di akhir tahun 2025,” ungkap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, M. Dakhlan di Gedung sementara DPRD Kota Makassar, Kamis (27/11).

Ia menjelaskan bahwa sebagian program yang mandek merupakan bagian dari program era Wali Kota sebelumnya, Mohammad Ramdhan β€˜Danny’ Pomanto, yang masih tercantum dalam perencanaan 2025. Program-program tersebut tidak dapat diimplementasikan karena berbagai alasan teknis, perubahan kebijakan, hingga penyesuaian dalam belanja prioritas pemerintahan saat ini.

Saat ditanya mengenai proyeksi akhir Silpa, Pemkot menyebut kisaran angka saat ini masih bersifat estimasi.
β€œTarget sekitar itu, sekitar 400-an di 2025. Tapi ini masih perkiraan. Bisa saja di bawah itu,” jelasnya.

Terkait penyebaran Silpa di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkot mengaku belum bisa memastikan dari mana porsi terbesar berasal.

β€œSilpa ini menyebar. Kita belum bisa tahu OPD mana yang paling besar. Laporannya baru terlihat jelas di akhir tahun,” ujarnya.

Selain program prioritas yang tidak berjalan, terdapat pula proyek yang dinyatakan tidak bergerak sama sekali dalam dua tahun terakhir. Salah satunya adalah program ducting sharing, yang disebut tidak berjalan selama dua tahun berturut-turut dan berpotensi menyumbang cukup besar terhadap Silpa.

β€œDucting sharing itu dua tahun kemarin tidak jalan,” tegasnya, tanpa menjelaskan secara rinci program lainnya.

Silpa yang diproyeksikan naik tahun depan membuat Pemkot perlu melakukan evaluasi lebih ketat terhadap perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program sepanjang tahun berjalan. Pemkot juga memastikan hasil evaluasi akhir 2025 akan menjadi dasar penataan ulang program prioritas serta perbaikan tata kelola belanja pemerintah kota pada tahun berikutnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *