UPT SPF SMPN 52 dan UPT SPF SDI Karuwisi II Makassar Gelar Upacara Bendera Memperingati Hari Guru Nasional Ke-80

Oplus_131074

TargetNasional, Online — Setiap tahun, masyarakat Indonesia punya satu momen spesial untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik yang telah mencerdaskan bangsa. Momen itu adalah Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Peringatan ini kembali digelar. Namun, lebih dari sekadar seremoni tahunan, HGN memiliki makna mendalam tentang peran guru sebagai teladan, pembimbing, sekaligus penjaga masa depan generasi muda.

Bacaan Lainnya

Lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum mulai menyiapkan berbagai kegiatan untuk memberikan penghargaan kepada para pendidik.

Untuk diketahui. Berlandaskan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 1994, yang menjadikan 25 November bukan hanya sebagai Hari Guru Nasional, tetapi juga momentum peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Setiap tahunnya, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia mengisi tanggal 25 November dengan beragam agenda, seperti upacara bendera, apresiasi simbolis untuk guru, pentas seni, pemberian penghargaan, hingga kegiatan kreatif yang diinisiasi siswa bersama pihak sekolah.

Tradisi ini menunjukkan dukungan masyarakat terhadap profesi guru sekaligus pengingat tentang pentingnya meningkatkan mutu pendidikan di tanah air.

Peringatan Hari Guru menjadi salah satu momen penting dalam pendidikan nasional dan terus dirayakan sebagai ajang kebersamaan antara guru, murid, serta orang tua.

Menurut, Drs. Syamsuddin, M.Si., selaku kepala SMPN 52,
peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar acara seremonial tahunan. Di baliknya, ada makna besar yang penting bagi perjalanan pendidikan di Indonesia.

Sebutan β€œpahlawan tanpa tanda jasa” disematkan kepada guru karena mereka mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi muda. Dengan kesabaran dan komitmen tinggi, para guru tetap mengajar meski sering kali berhadapan dengan fasilitas terbatas dan berbagai tantangan di lapangan.

Tidak sedikit siswa yang mengekspresikan rasa terima kasih melalui kartu ucapan, pertunjukan seni, atau video khusus. Cara-cara sederhana ini mampu mempererat hubungan emosional antara guru dan peserta didik.

Hari Guru menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang sebuah bangsa. Guru yang kompeten dan berdedikasi menjadi kunci bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Bagi sekolah maupun pemerintah, tanggal 25 November sering dijadikan waktu untuk meninjau kembali efektivitas proses belajar-mengajar, kemampuan tenaga pendidik, serta masalah-masalah baru yang muncul di dunia pendidikan.

Tanggal 25 November juga kerap menjadi momen untuk kembali menyuarakan isu-isu kesejahteraan, seperti pemerataan distribusi guru, status honorer, hingga fasilitas penunjang pengajaran. Ini mengingatkan publik bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan para pendidik.

Melalui program, kampanye, atau tema tahunan Hari Guru, pemerintah menunjukkan langkah-langkah strategis dalam pembangunan pendidikan. Ini memberi gambaran tentang arah kebijakan pendidikan ke depan.

Secara keseluruhan, Hari Guru menjadi momen penting untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdian para pendidik dalam membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter generasi penerus bangsa,”tutup Syamsuddin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *