TargetNasional, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal mengevaluasi 7.000 tenaga non-ASN yang disebut Laskar Pelangi Makassar, Jumat (21/02/2025).
Nasib mereka akan dibahas saat Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin tiba di Makassar usai mengikuti pembekalan atau retret di Magelang.
“Iya (akan dievaluasi), pas Pak Wali sudah masuk kantor tentu kita akan rapat koordinasi terkait dengan beberapa hal termasuk urusan-urusan kepegawaian,” ujar Sekda Kota Makassar, Irwan Adnan.
Dia memastikan Pemkot Makassar tetap bertanggung jawab terhadap nasib pegawai kontrak tersebut. Namun, dia memastikan tidak akan ada lagi penambahan.
“Tentu pemerintah kota akan bertanggung jawab terkait dengan semua pegawainya. Laskar pelangi kan termasuk kita punya staf dan sudah tidak ada lagi penambahan. Sisa menunggu hasil PPPK,” katanya.
Irwan mengungkapkan, penempatan para Laskar Pelangi tersebut perlu diatur ulang saat PPPK mulai bekerja. Khususnya bagi OPD yang dinilai memiliki kelebihan pegawai Laskar Pelangi.
“Tinggal kita atur penempatan mereka, biasanya ada memang Laskar pelangi gemuk di suatu tempat, di tempat lain kurang. Makanya akan kita sesuaikan yang ada,” katanya.
Sementara potensi pengurangan, lanjut Irwan, akan dibahas lebih lanjut. Hal itu akan diputuskan oleh Appi dan wakilnya Aliyah Mustika Ilham dengan bijak.
“Saya kira itu juga kita akan sampaikan dulu, kalau untuk pengurangan kita harus lebih bijak menanganinya. Apalagi mereka sampai saat ini masih bekerja dan honor untuk mereka di-cover APBD kita,” katanya.
“Sejauh ini saya pikir tidak ada masalah yah. Seperti itu ji, tergantung juga nanti kebijakannya Pak Wali, yang jelas memang sudah tidak memungkinkan merekrut atau penambahan baru, tidak ada lagi. Kan sudah ada aturannya semua,” tambahnya.
Pada dasarnya, kata Irwan, akan dilakukan penyesuaian penempatan Laskar Pelangi. Kinerja Laskar Pelangi yang tidak efektif akan dialihkan ke OPD yang membutuhkan.
“Ada beberapa tempat memang, kalau OPD besar tentu besar juga stafnya mereka. (Soal pengurangan) Nanti kita lihat, tidak ada istilah pengurangan kalau saya karena kita akan menyesuaikan saja. Karena biar bagaimana mereka staf kita semua, mereka juga mau hidup,” jelasnya.
Dalam evaluasi itu, Irwan memastikan akan dilaksanakan sesuai aturan dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Bagi Laskar Pelangi yang kinerjanya tidak maksimal dipastikan akan dievaluasi atau diputus kontraknya.
“Nanti kita lihat seperti apa kebijakan untuk itu, tentu ada aturan dan ukuran-ukuran untuk mereka. Kalau laporannya mereka bagus tentu tidak diganti, kalau tidak bagus pasti tidak mi, mungkin diputuskan, karena mereka kan kontrak,” katanya.(**)